Mohon tunggu...
Rullysyah
Rullysyah Mohon Tunggu... Penulis

Belajar dan Berbagi

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Sekali Lagi Terbukti, Anies Lebih Sigap dari Jokowi

15 Maret 2020   11:59 Diperbarui: 15 Maret 2020   12:20 205 0 0 Mohon Tunggu...

Covid 19 sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi siapapun yang berdiri di atas bumi ini. Tidak perlu bicara tentang paniknya berbagai negara Eropa, Asia dan Amerika menghadapi si momok ini. Lihat saja yang terjadi kemarin-kemarin di negeri  ini. 

Lihatlah mereka-mereka yang tiba-tiba panic memborong semua sembako di supermarket ketika akhirnya diketahui ada 2 orang positif Corona di Depok. Lihatlah mereka-mereka dalam minggu-minggu ini selalu online di medsos-medsos mencari-cari informasi  karena sangat cemas dan ketakutan mengikuti perkembangan penularan Corona yang sementara seolah-olah malah  disembunyikan informasinya oleh Pemerintah.

Begitulah yang terjadi di Indonesia. Sejak awal terkesan pemerintah kita sangat berbeda dalam menyikapi Virus Corona dibanding negara-negara lain. Respon pemerintah kita seolah-olah sangat lamban dibanding negara-negara lain yang sigap mencari tahu sudah berapa banyak warganegaranya yang suspect Corona. 

Negara-negara lain begitu cepat  memastikannya dan langsung mengumumkan ke public bahwa sekian orang warganegaranya terindikasi suspect. Dengan demikian beberapa saat kemudian di media-media internasional sudah terpampang Daftar Negara-negara yang sudah mulai terimbas penyebaran Virus. 3 Minggu lalu disebut-sebut  (seingat saya) selain China , Korea dan Itali yang sudah cukup signifikan jumlah pasien suspect,  Malasyia, Singapura, Thailand, Vietnam,Philipina dan Australia  sudah terdata 1-2 orang pasien suspect. Sementara Indonesia belum ada satupun warganya yang diberitakan Suspect.

Ini sangat mengherankan bagi siapapun, baik di dalam negeri  hingga dunia internasional.  Penduduk Indonesia sekitar 300 juta (termasuk negara-negara terpadat penduduk) malah belum ada seorangpun sementara negara kecil seperti Singapura sudah terdeteksi keberadaan virus tersebut. Bagaimana mungkin Indonesia  yang sudah dikepung negara-negara suspect Corona tetapi masih aman.

Kondisi itu membuat banyak pihak terutama pihak luar negeri  curiga bahwa Indonesia menyembunyikan informasi tentang penyebaran Corona di Indonesia entah itu terkait kepentingan politik ataupun  lainnya. Pejabat WHO malah mengatakan kemungkinan besar peralatan medis yang dimiliki Indonesia untuk mendeteksi keberadaan virus tersebut kurang memadai.  

Tuduhan-tuduhan itu langsung ditepis pemerintah Indonesia. Indonesia mengklaim punya peralatan kesehatan standar WHO. Bahkan terkesan Menteri Kesehatan dan Jubir Istana malah memposisikan Virus Corona sebagai Virus yang tidak terlalu berbahaya. Tidak seganas Flu Burung atau SARS dan virus berbahaya lainnya.

Di sisi lain sebenarnya sikap Pemerintah yang over pede malah menimbulkan tanda-tanya besar bagi sebagian masyarakat Indonesia. Logika mereka tidak mempercayai pemerintahnya sendiri yang seolah-olah mengklaim Indonesia negative Corona.  Bagaimana mungkin seluruh negara tetangga sudah kena tetapi  Indonesia yang penduduknya terpadat malah kebal.

Dan kemudian akhirnya terbukti , begitu ada 2 orang dinyatakan Suspect di Depok. Seketika itu juga ketakutan-ketakutan  yang selama ini terpendam di pikiran sebagian besar masyarakat  langsung berbuah aksi panic dengan memborong semua sembako yang ada di supermarket-supermarket.  Kemungkinan besar yang ada di benak mereka membayangkan bahwa sebentar lagi Jakarta akan menjadi kota hantu akibat Corona dan komoditas Sembako akan menjadi sangat langka.

Tidak ada yang bisa disalahkan pada mereka yang panic karena Corona. Sangat manusiawi karena mereka ingin melindungi keluarganya dari ancaman virus pembunuh.

Yang harus disalahkan adalah pemerintah Indonesia yang sejak awalnya terkesan terlalu pede dengan Virus ini.  Dan memang yang namanya Pemerintah Over Pede ini sudah menjadi  trade mark Rezim Jokowi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x