Mohon tunggu...
Bisnis Artikel Utama

"Endorse" Produk Juga Perlu Memerhatikan Etika

26 Juli 2018   23:56 Diperbarui: 28 Juli 2018   21:18 0 5 1 Mohon Tunggu...
"Endorse" Produk Juga Perlu Memerhatikan Etika
Sumber ilustrasi: solo.tribunnews.com

Semakin berkembangnya teknologi di dunia, semakin banyak pula kecanggihan kecanggihan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya adalah media komunikasi yaitu media sosial, yang hingga saat ini sudah tak bisa lepas dari perhatian masyarakat sejagad raya khususnya para generasi muda, untuk saat ini siapa yang tidak memiliki akun media sosial. Seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path dan lain sebagainya.

Media sosial adalah sebuah media/sarana untuk berkomunikasi satu sama lain yang dilakukan secara online. Sebagai pengguna media sosial, istilah "endorse" mungkin sudah tak asing lagi untuk didengar. Meski begitu, banyak pula pengguna medsos yang tidak mengetahui apa arti dari endorse itu sendiri. Begitu juga dengan saya, pada awalnya juga tidak mengetahui apa sih endorse itu???

Berkat tingkat kekepoan saya yang begitu tinggi akhirnya saya memutuskan untuk bertanya kepada Mbah Google apa itu endorse. Endorse berasal dari kata endorsement yang artinya adalah mendukung atau setuju terhadap sesuatu. Endorse biasanya dilakukan oleh para artis, selebgram, dan orang-orang sejenisnya untuk mempromosikan produk yang dijual oleh suatu toko, perusahaan, atau online shop.

Sebagai contoh artis Ayu Tung Tung yang minum jus buah dalam kemasan sebagai asupan diet dan mendukung hidup sehat, maka Ayu Tung Tung meng-endorse jus dalam kemasan tersebut.

Endorse dilakukan untuk mempromosikan kepada masyarakat secara luas agar medapatkan pelanggan yang tertarik terhadap produk yang di promosikan dan mau membeli produk tersebut. Dengan adanya endorse, kegiatan marketing menjadi salah satu kegiatan yang saat ini paling banyak dilakukan oleh kalangan artis atau selebgram di tanah air.

Cara ini dimanfaatkan para marketing karena memungkinkan produk bisa dikenal oleh masyarakat luas dalam hitungan jam, bahkan detik. Kemungkinan lainnya adalah produk akan mengalami peningkatan penjuaan dan omzet perusahaan yang meningkat.

Setelah panjang lebar menjelaskan tentang apa itu Endorse, sebenarnya dalam tulisan ini yang ingin saya sampaikan adalah apakah dalam meng-endorse suatu produk, pihak perusahaan dan pihak artis yang meng-Endorse memperhatikan Etika dalam Periklanan pada saat meng-endorse? 

Kenapa etika dalam periklanan? Karena endorse dalam artian saat ini memiliki persamaan dengan iklan. Yaitu mempromosikan produk kepada calon konsumen. Jika sebuah iklan di TV memperhatikan aturan-aturan dan etika yang ada pada saat disiarkan, kenapa endorse tidak? Kan sama-sama mempromosikan suatu produk?

Seperti yang saya ketahui pada saat meng-endorse suatu produk para artis dengan bersemangat mengajak kita para pembaca, penonton, pendengar untuk ikut juga mengunakan/membeli produk tersebut. Sebagai contoh artis bernama Mawar yang mempromosikan obat peninggi dan pelangsing. Yang katanya hanya dengan 1 bulan tubuh kita dapat bertambah tinggi dan bisa langsing apabila mengonsumsi obat tersebut. Padahal sudah sangat jelas kita ketahui dari sebelum menggunakan produk tersebut si artis memang sudah tinggi dan langsing.

Belum lagi artis yang meng-endorse suatu produk dengan kata-kata yang terdengar belebihan seperti "Aku aja udah pake, masa kalian belum?", "Mau kulit mulus seperti aku, ini rahasianya", "Tanpa perlu diet tanpa perlu olahraga aku bisa punya tubuh langsing, ini rahasianya". Pasti kalimat-kalimat di atas sudah tidak asing lagi di telinga kita para pengguna media sosial.

Pertanyaannya apakah si artis benar-benar merasakan manfaat dari produk yang di-endorse-nya? Apakah apakah si artis meng-endorse produk tersebut dengan jujur? Dan apakah pihak perusahaan dan si artis memerhatikan etika dalam periklanan pada saat melakukan endorse?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x