Edukasi Pilihan

Asah "Social Awareness" pada Anak

9 November 2018   00:10 Diperbarui: 12 November 2018   08:05 296 1 0

Beberapa waktu terakhir ini, masyarakat berulang kali diherankan oleh pertanyaan -- pertanyaan anak dan remaja pengguna media sosial, yang mengomentari suatu hal secara tidak empatik. 

Disaat yang sama, kita juga melihat lebih banyak remaja berlomba-lomba untuk melakukan sesusatu secara positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Reaksi yang kontras antara dua kelompok yang usianya sebanding ini sebenarnya berkaitan dengan social awareness.

Secara umum, social awareness (kepekaan sosial) bisa diartikan sebagai kesadaran seseorang akan keberadaan dan keterlibatannya dalam lingkungan sosial, kepekaan sosial berkaitan dengan penghayatan. Seorang akan berbagi peristiwa yang terdaji di lingkungan sekitar, peran dirinya, serta kesempatan dan tantangan untuk ikut beperan mengatasi peristiwa yang terjadi di sekitarnya. 

Social awareness juga bisa diartikan representasi jiwa seseorang akan dirinya sendiri dengan orang lain (Wegner & Guliano, 1982). Prasolova Forland (2002) kemudian mengemukakan bahwa kesadaran sosial berhubungan dengan kewaspadaan seseorag terhadap situasi sosial yang dialami oleh diri sendiri dan orang lain. Sehingga individu dapat menjadi tahu dan menyadari hal-hal yang terjadi di sekelilingnya Seperti mengenai apa yang orang lain lakukan, apakah seseorang terlibat dalam suatu percakapan dan dapat diganggu, siapa saja yang berada disekitar, dan keadaan apa yang sedang terjadi.

Kepekaan sosial perlu diajarkan kepada anak, agar mereka dapat belajar mengatasi masalah, serta berbagai pilihan penyelesaiannya. Anak dengan kepekaan sosial yang baik biasanya peduli pada kondisi orang lain disekitarnya. Anak-anak ini aktif membantu orang tua atau guru dalam berbagai aktifitas dan perhatian terhadap kebutuhan orang lain.

Asah kepekaan sosial anak
- Biasakan ngobrol dengan anak agar ketika terjadi konflik dengan anak lain anda bisa menelaah masalahnya. Bisakah anak mencari solusi dan menjunjung nilai perdamaian.
- Ajak anak bermain peran, berfantasi dan mencoba berbagai peran dalam suatu situasi imajinatif untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Seperti peran menjadi polisi dan beberapa pengemudi dll. Jangan lupa untuk membahas dengan anak apa yang ia pikirkan dan rasakan saat ia menjalani perannya.
- Ajak anak berkunjung ke berbagai tempat yang memungkinkan anak dapat berinteraksi dengan budaya dan suku yang berbeda, biarkan anak terlibat dengan masyarakat setempat.
- Libatkan anak dalam kegiatan sosial, seperi menjadi relawan disebuah panti asuhan atau santunan anak yatim dll. Beri pemahaman pada anak tentang pentingnya berbagi.
- Diskusikan dengan anak tentang banyak hal, misalnya tentang teman-temannya baik disekolah maupun di lingkungan rumah.