Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... profesional

delima pepaya ubi anggur

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis

Hendra/Ahsan Antisipasi Langridge/Ellis

7 Juli 2019   06:00 Diperbarui: 7 Juli 2019   06:05 0 1 1 Mohon Tunggu...
Hendra/Ahsan Antisipasi Langridge/Ellis
The Daddies (olahraga.kompas.com)

Di bulan Juli, ada kalender BWF (Badminton World Federation) yang spesial untuk Indonesia khususnya. Karena pada 16-21 Juli 2019 digelar turnamen bulutangkis Indonesia Open 2019. Istimewa, karena Indonesia Open merupakan World Tour Super berkategori Super 1000.

Dalam setahun hanya ada 3 turnamen bulutangkis BWF dengan kategori Super 1000, selain Indonesia Open, juga All England yang tahun ini sudah digelar pada bulan Maret, satu lagi China Open (17-22 September 2019).

Nomor terkuat yang dimiliki Indonesia adalah pada nomor ganda putra. Kita memiliki 3 pasangan saat ini yang berada di bawah peringkat 10 besar dunia. Yaitu ganda Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pelatih ganda putra tanah air, Herry Iman Pierngadi, mengatakan, bahwa ganda putra kita ditunggu tiga turnamen beruntun sesudah libur panjang. Yang terdahulu adalah Indonesia Open, disusul Japan Open (23-28 Juli 2019), lalu Thailand Open (30 Juli-4 Agustus 2019).

Di Indonesia Open sendiri, ganda putra mendapatkan drawing yang menguntungkan. Dari enam ganda putra yang diturunkan, mereka berhadapan dengan lawan-lawan yang yang diprediksi relatif lebih mudah diatasi. Bentrok sesama Indonesia paling perempatfinal ke atas.

Terkecuali, ganda Berry Anggriawan/Hardianto, yang akan berhadapan dengan ganda unggulan delapan, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dari Denmark.

Kendati menguntungkan, Herry tidak buru-buru memprediksi bakal terjadi All Indonesian Final. Menurut Herry secara keseluruhan kondisi asuhannya berada dalam 70-80 persen baik.

Sementara itu, juara All England 2019, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan mengatakan mereka tidak memasang target muluk dulu di Indonesia Open. Menurut mereka, mereka harus fokus dulu menembus babak semifinal.

Catatan pasangan ini mendapat nilai positif. Setelah juara All England, mereka menjadi finalis di New Zealand Open dan Singapore Open 2019.

Pasangan yang dijuluki "The Daddies" ini realistis mengingat usia mereka, kendati mereka lebih sarat pengalaman.

Hendra/Ahsan saat ini memiliki poin yang terbaik untuk bisa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Hendra Ahsan berada di peringkat kedua dengan 18.237 poin, ketimbang dua yuniornya, Kevin/Marcus dan Fajar/Rian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2