Keamanan Pilihan

Waspada Aksi Teroris Saat Pengumuman Hitung Resmi

16 Mei 2019   06:00 Diperbarui: 16 Mei 2019   07:28 69 2 0
Waspada Aksi Teroris Saat Pengumuman Hitung Resmi
nasional.kompas.com

Dari salah seorang terduga teroris yang diciduk Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 di Bekasi, Jawa Barat beberapa hari lalu, Densus 88 menemukan sebuah bahan baku bom rakitan yang dilengkapi jammer, yang mana hal tersebut menyebabkan bom dapat diledakkan dari jarak jauh dengan menggunakan Wi-Fi.

Polisi mengungkapkan, para teroris memiliki target utama dalam waktu dekat ini yaitu pada aksi tunjuk rasa dan aparat kepolisian pada saat pengumuman resmi Pemilu 2019 pada tanggal 22 Mei.

Tak pelak dari target mereka yaitu aparat kepolisian, beberapa pengamat menilai hal serupa dengan apa yang dilakukan oleh Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). NIIS diketahui dalam terornya sering menargetkan aparat kepolisian sebagai sasaran utama mereka.

Pekan lalu, aparat keamanan negeri Jiran Malaysia telah menciduk empat orang yang diduga akan membuat teror dan kekacauan dengan melakukan pengeboman dengan sasaran tokoh-tokoh penting Malaysia dan juga mengebom tempat-tempat hiburan, juga tempat-tempat ibadah. Aksi direncanakan pada hari-hari pertama Ramadhan.

Dari keempat orang yang ditangkap, salah seorang di antaranya adalah warga negara Indonesia.

Inspektur Jenderal Abdul Hamid, Kepala Kepolisian Nasional Negeri Jiran mengatakan keempat orang tersebut merupakan bagian dari sel kecil dari kelompok NIIS. Pada Senin (13/5/2019) aparat telah menyita enam buah rakitan bom dan pula beberapa pucuk pistol dari hasil penggeledahan di Trengganu dan Kuala Lumpur.

Dari sejumlah lokasi di tanah air, Densus 88 anti-teror Polri sudah menciduk puluhan anggota teroris yang berafiliasi dengan kelompok NIIS, yakni kelompok JAD (Jamaah Ansharut Daulah).

Dari berbagai kota, Densus menangkap mereka, di antaranya di Bekasi, Bitung (Sulawesi Utara), Tegal, dan Kecamatan Tambun Selatan.

JAD mereka dibagi lagi menjadi JAD Bekasi, JAD Lampung.

Para terduga teroris JAD Lampung, mereka ditangkap polisi berkisar pada tanggal Kamis (2/5) hingga Minggu (5/5). Sementara anggota JAD Bekasi ditangkap pada Sabtu (4/5) hingga Rabu (8/5). Salah seorang teroris, yaitu T (25) harus ditembak karena melemparkan bom ke arah Densus 88 saat akan dilakukan penangkapan di cluster California, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan isu akan adanya "people power" yang dilontarkan elit politik negeri yakni Eggi Sudjana, atau Amien Rais sudah dimanfaatkan momentum itu oleh JAD untuk membuat kekacauan.

Menurut Dedi, pada saat demo itulah, teroris beraksi.

Seperti diketahui, sepihak telah berbicara tentang adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres 2019 dan para pendukung mereka serta provokator memanasi massa agar melakukan "people power". Beraksi unjuk rasa.

"Bukan hanya polisi yang menjadi target utama mereka, tapi juga pelaku aksi unjuk rasa," ujar Dedi.

"Setiap kesempatan dia gunakan, apalagi pada saat pengumuman resmi 22 Mei," kata Dedi.

Untuk itu, Satgas Anti Terorisme dan Densus 88 yang ada akan terus memonitor keberadaan teroris di manapun serta menciduk mereka.

Di Filipina, kota Marawi di wilayah Selatan hancur luluh akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dengan kelompok-kelompok di sana yang berafiliasi dengan NIIS.

NIIS juga mengklaim aksi di Sri Lanka saat pengeboman pada perayaan Paskah lalu.

Sementara itu, pada Senin (13/5/2019) para tokoh lintas agama dan warga Surabaya menyalakan seribu lilin untuk mengenang peristiwa setahun yang lalu dan sekaligus mendoakan mereka para korban bom yang diserang teroris kepada tiga rumah ibadah di kota buaya.

Kegiatan yang dilakukan di Gereja Santa Maria Tak Berdaya (SMTP) Ngagel, Surabaya, Jawa Timur. SMTP merupakan salah satu korban lokasi bom setahun lalu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2