Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... dibuang sayang

Kutuliskan lagu ini Kupersembahkan padamu Walau pun tiada indah, syair lagu yang kugubah Kuingatkan kepadamu, akan janjimu padaku

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Awas, Sang Kakak Bisa Merasa Cemburu dan Diabaikan!

10 Januari 2018   10:24 Diperbarui: 10 Januari 2018   10:36 0 0 0 Mohon Tunggu...
Awas, Sang Kakak Bisa Merasa Cemburu dan Diabaikan!
merdeka.com

Saat kelahiran anak kedua, jangan remehkan pentingnya mempersiapkan mental anak pertama. Sebagai calon kakak, ia bisa merasa cemburu dan diabaikan. Ini dari strategi para psikolog.

"Mama kok belain adik terus, sih? Kalau adik, selalu dibilang lucu."

Kalimat bernada protes itu dilontarkan Anto, 9 tahun, manakala ia merasa perhatian orangtuanya terfokus pada sang adik. Sejak "resmi" menjadi kakak saat adiknya lahir setahun lalu, Anto kerap merasa terabaikan.

Kehadiran adik memang merupakan peristiwa dilematis bagi sang kakak. Di satu sisi, kakak merasa senang dengan kehadiran anggota keluarga baru. Di sisi lain, kakak juga merasa adik merupakan ancaman karena kini ia harus berbagi perhatian orangtua dan mainan yang dimilikinya.

Tak jarang, orangtua lebih fokus pada menyambut kehadiran si adik, dan lupa mempersiapkan mental anak pertama. Akibatnya, sang kakak menganggap bahwa adiknya telah merebut kasih sayang orangtua. Buntut-buntutnya, bisa timbul sibling rivalry.

Bagaimana cara mempersiapkan anak untuk menerima kehadiran adik?

Menurut Noridha Weningsari, M.Psi., Psikolog, dari Klinik Pelangi Cibubur, langkah persiapan dapat dimulai jauh sebelum kelahiran, yakni sejak orangtua mengetahui kehamilan anak berikutnya.

Pertama-tama, tanyakan pendapatnya mengenai bayi. Jika ada bayi di sekitar rumah (misalnya tetangga), ajaklah calon kakak berdialog mengenai bayi, misalnya bahwa bayi itu lucu, suka tertawa, dan jika sudah besar bisa diajak bermain. Lalu, tanyakan pendapatnya jika ada bayi di rumah.

"Saat kehamilan mulai terlihat, sampaikan pada anak bahwa di dalam perut mama ada adik bayi dan ia akan menjadi kakak yang memiliki adik bayi. Orangtua bisa menggunakan gambar atau buku agar informasi ini dapat disampaikan dengan lebih menyenangkan," ujar Noridha.

Ketika persalinan sudah dekat, ajaklah si kakak untuk mempersiapkan perlengkapan bayi dan pakaian untuk persalinan ibu. Melibatkan anak dalam proses persiapan kelahiran adiknya akan membuat ia merasa dibutuhkan. Ia juga melihat bahwa ia tetap diperhatikan dan tidak dilupakan.

"Jika perlu, ajaklah kakak untuk membantu ibu dalam menjalani proses persalinan, misalnya dengan mengelus perut ibu. Setelah lahir, ajak anak melihat adik bayinya. Biarkan ia menyentuh dan mengelus sang bayi, dan bila perlu, ajak si kakak menggendong adik bayi, tentu dengan pengawasan," jelas Noridha.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3