Mohon tunggu...
Rudy Wiryadi
Rudy Wiryadi Mohon Tunggu... Akuntan - Apapun yang terjadi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mulai hari dengan bersemangat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Indonesia Menolak Permintaan Monako Merubah Bendera Merah-Putih, Ini Alasannya

7 Agustus 2022   10:05 Diperbarui: 17 Agustus 2022   16:35 1581
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Panji merah-putih juga digunakan pada masa Perang Jawa (boombastis.com)


UUD 1945 menyebutkan jika bendera Indonesia adalah Merah-putih.

Merah artinya berani dan putih artinya suci. Jadi warna merah dan putih bermakna berani karena suci (benar).

Sejak dicantumkan di UUD 45 itu ada setidaknya satu negara yang tidak mengakui merah-putih sebagai bendera Indonesia.

Adalah Kerajaan Monako yang tidak mengakui seperti yang disebutkan di atas. Bukan hanya sampai di situ Monako juga meminta Indonesia merubah benderanya.

Hal tersebut dikarenakan bendera Monako juga merah (di atasnya) dan putih (di bawahnya) persis seperti bendera Indonesia.

Perbedaannya cuma ukurannya.

Jika bendera Indonesia berukuran 3 : 2. Sedangkan Monako 5 : 4.

Permintaan negara Eropa Barat untuk Indonesia merubah bendera karena dinilai meniru negara yang berbatasan dengan Perancis itu ditolak dengan alasan merah-putih bahkan sudah digunakan di Nusantara lebih tua dari negara yang terletak 16 km dari Italia itu.

Benarkah alasan yang dikemukakan Indonesia bahwa merah-putih lebih tua dari merah-putih nya Monako?

Dari berbagai sumber disebutkan jika warna merah dan putih yang kini digunakan sebagai bendera Monako sudah ada dan pada saat itu belum resmi menyiratkan sebagai simbol negara pada abad ke 14.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun