Surya Bonay
Surya Bonay pelajar/mahasiswa

Jayapura, Papua.\r\n\r\ntwitter: @spbonay\r\n

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Pemain-Pemain Bersaudara Asal Papua di Lapangan Hijau

4 November 2013   16:32 Diperbarui: 24 Juni 2015   05:36 6513 2 2
Pemain-Pemain Bersaudara Asal Papua di Lapangan Hijau
1383553778539172607
Sepakbola kini sudah mendarah daging bagi seluruh orang Papua, seluruh masyarakat Papua adalah pecinta sepakbola. Bermain sepakbola tidak memerlukan banyak peralatan, asalkan ada tanah lapang dan bola, dimanapun bisa bermain bola. Uniknya di daerah Jayapura ada lapangan yang bernama "lapangan timbul-tenggelam", karena anak-anak bisa bermain bola hanya jika air sedang surut (biasanya di sore hari)(lapangan "timbul" ke permukaan), namun jika air sudah mulai pasang, lapangan akan kembali tenggelam.


Kecintaan masyarakat Papua terhadap sepakbola melahirkan banyak pemain-pemain sepakbola handal asal Papua. Beberapa pemain bahkan menyatakan bahwa, ia lahir di keluarga sepakbola karena bapak/ayah-nya adalah seorang pesepakbola, bahkan terkadang saudara-saudaranya juga adalah pemain sepakbola. Seperti apa yang dinyatakan oleh Titus Bonai, striker Tim Nasional Indonesia.

"Sebetulnya saya lahir dari keluarga sepakbola. Bapak saya seorang pemain bola. Kakak saya dan saya sendiri akhirnya terjun jadi pemain sepakbola. Dan mudah-mudahan adik saya juga bisa sukses di sepakbola. Adik saya yang terakhir juga dikaruniai bakat main bola." kata tibo.

Ferinando Pahabol, striker timnas u-23 juga menyatakan bahwa kakak-nya yang sebenarnya ingin serius berkarir di sepakbola, tapi malah dia yang terpilih sebagai pemain Persiwa (saat itu).

Sebenarnya Sepak Bola merupakan olahraga baru di Papua yang diperkenalkan oleh para Zendeling lewat sekolah peradaban. Sejak tahun 1917 dibuka Sekolah oleh zending di Kwawi, kemudian di Joka, kabupaten Jayapura pada tahun 1946 dan ODO di Serui tahun 1948. Anak-anak pribumi  dididik agar menjadi generasi yang berguna bagi kampung halamannya. Pada tahun 1925 DS Izaak Samuel Kijne yang dikenal sebagai Rasul Orang Papua mengajar dan mendidik anak-anak pribumi yang diseleksi dari dari kampung-kampung untuk di sekolahkan menjadi guru di Miei Teluk Wondama.

Dalam pendidikan guru inilah embrio sepak bola modern lahir. Miei, Teluk Wondama adalah tempat yang menjadi pusat sepak bola modern. Setelah tamat guru-guru kembali ke Kampung halaman dan mendapat tempat tugas diseluruh Tanah Papua, Sepakbola/Bola Kaki adalah salah satu olah raga yang diperkenalkan para guru kepada murid-muridnya. Selama pemerintahan Belanda, liga sepak bola hanya dijalankan ditingkat lokal, khususnya di sekitar ibukota Hollandia/Jayapura.

Sepakbola bagi orang Papua, memang belum dijadikan sebagai lahan utama untuk mencari nafkah, kebanyakan bagi mereka sepakbola hanyalah hobby untuk mengisi waktu luang dan tanpa direncanakan bakat mereka tercium & kemudian mereka mulai meninggalkan pekerjaannya dan bermain sepakbola secara rutin. Namun, dengan semakin majunya industri sepakbola di tanah-air terkhusus di Papua, banyak anak-anak Papua yang serius ingin berkarir secara profesional di bidang sepakbola.

Banyak pemain sepakbola Papua yang berkarir bersama-sama dengan saudara kandung atau saudara sepupu-nya, berikut adalah beberapa pemain sepakbola bersaudara yang pernah/kini berkiprah di sepakbola Indonesia.

[caption id="attachment_289894" align="aligncenter" width="300" caption="Mecky & Spiks Pulanda"][/caption]

Mecky & Spiks Pulanda adalah kakak-beradik duo striker Persipura Jayapura pada era Perserikatan, yaitu pada tahun 85an.

[caption id="attachment_289899" align="aligncenter" width="461" caption="Ronny & Ferry Wabia"]

13835539571782403950
13835539571782403950
[/caption]


Ronny Wabia & Ferry Wabia memperkuat Persipura Jayapura pada tahun 2000, sebenarnya dua bersaudara ini adalah striker, namun Ronny Wabia lebih sering dipasang sebagai bek ketika Rudi Keltjess melihat bakatnya tersebut. Ronny Wabia juga adalah pemain Tim Nasional Indonesia, sedangkan kakaknya Ferry Wabia sebelum bermain di Persipura sempat juga bermain di PSIM Yogyakarta.
Pada awal tahun 2000-an sangat banyak pemain Persipura yang bersaudara, selain Ronny & Ferry Wabia, ada juga kakak-beradik, Ferry, Frans & Anton Youwe, ketiga bersaudara ini berasal dari PS Kayu Pulo di "Kampung Vietnam" Argapura.

[caption id="attachment_289904" align="aligncenter" width="424" caption="Nehemia, Ortizan dan Boaz Salossa"]

1383554421786830813
1383554421786830813
[/caption]


Keluarga Salossa, tentu sudah sangat dikenal di persepakbolaan tanah air, dua dari tiga bersaudara ini berposisi sebagai striker, yaitu Boaz Salossa (Persipura) & Nehemia Salossa (Barito), sedangkan Ortizan adalah bek kanan yang sudah berkarir cukup lama di persepakbolaan nasional. Kini Ortizan memperkuat Persipura bersama adiknya Boaz.

[caption id="attachment_289910" align="aligncenter" width="414" caption="Isaac, Patrich & Imanuel Wanggai"]

13835548071647538984
13835548071647538984
[/caption]


Isaac Wanggai & Patrich Wanggai adalah dua bersaudara kandung yang dulu bersama-sama memperkuat Persidafon Dafonsoro, namun Kecermalangan Patrich membuatnya direkrut tim elit Papua, Persipura. Patrich kemudian bergabung dengan sepupunya Manu Wanggai yang sudah lebih dulu berada di Persipura.
1383555105638806382
1383555105638806382
Victor Pae & Yustinus Pae
Yustinus Pae & Victor Pae bermain bersama di Persipura Jayapura, uniknya dua adik-kakak ini bermain di posisi yang sama yaitu di Bek Kanan, Victor Pae adalah pemain pengganti dari Yustinus Pae. Walau bermain di posisi yang sama, kedua pemain ini punya karakter yang berbeda. Jika Yustinus Pae sering membantu penyerangan, victor pae lebih disiplin mengawal sektor belakang. Yustinus Pae juga sempat membela Timnas Indonesia.

[caption id="attachment_289917" align="aligncenter" width="300" caption="Titus & Arthur Bonai"]

1383555361263435825
1383555361263435825
[/caption]


Titus Bonay yang terkenal dengan ritual "goyang jaring" adalah pemain yang bersinar bersama timnas u-23 ketika berhasil meraih medali perak di ajang AFF dan Sea Games yang lalu. Tibo disebut-sebut akan bergabung bersama tim kampung halamannya Perseru Serui yang berhasil melaju ke ISL 2014, disana ia sudah ditunggu oleh sepupunya gelandang lincah Athur Bonai.

[caption id="attachment_289918" align="aligncenter" width="300" caption="Feri & Yosua Pahabol"]

1383555683723900730
1383555683723900730
[/caption]


Ferinando Pahabol & Yosua Pahabol, kedua pemain asal Yahukimo Papua ini adalah dua striker andalan yang sama-sama adalah pemain Timnas U-23 walaupun pada masa yang berbeda. (Yosua Pahabol pada masa Nil Maizar, Feri Pahabol andalah Rahmad Darmawan). Ferinando Pahabol yang bertubuh mungil adalah pemain Persipura Jayapura, sedangkan sepupunya Yosua Pahabol adalah pemain Semen Padang FC.

Dari masa ke masa, sangat banyak pesepakbola Papua yang sebenarnya mempunyai ikatan darah, namun tidak dapat saya uraikan semua disini. Kecintaan masyarakat terhadap sepakbola saya harapkan juga dapat membawa kemajuan bagi Papua dengan banyaknya pemain yang berkarir secara profesional, tentu jika sepakbola dikelola secara profesional juga dan tanpa diskriminasi. Bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan ada pemain Papua yang merumput di liga-liga top di dunia.(SB)