Mohon tunggu...
Ruddy Harjanto
Ruddy Harjanto Mohon Tunggu... Administrasi - STT SANGKAKALA

Man Of God

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Misi yang Berdampak

30 November 2021   16:18 Diperbarui: 30 November 2021   16:37 345
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

MISI GEREJA YANG BERDAMPAKMisi merupakan bagian panggilan orang percaya untuk mengenalkan karya penyelamatan Allah bagi umat manusia di bumi,  karena Allah telah mewujudkan kerajaanNya dalam dunia melalui pribadi, kuasa dan karya penebusan NYA . Yesus memberikan teladan misi kepada murid muridnya bahwa pedesaan juga harus dijangkau lebih luas didalam melaksanakan Misi yang sesungguhnya agar sesuai dengan Amanat Agung Allah.

Masyarakat desa memiliki berbagai keunikan dari kehidupan , latar belakang serta budaya dan tata caranya, oleh sebab itu kejelian dan kepekaan seorang misioner harus benar benar diperhitungkan . Kegagalan dalam melakukan misi kadang disebabkan karena kurangnya pendekatan , komunikasi serta kurangnya bisa menuatu dengan adat istiadat desa tersebut.

Warga pedesaan adalah bagian dari masyarakat yang di dalamnya memilki perasaan hubungan yang lebih mendalam dan erat, mereka memilki sikap kekeluargaan yang tinggi dengan mata pencahariannya. Di desa hal yang menjadi fokus adalah mengenai perhatian utama terhadap kebutuhan-kebutuhan kehidupan atau relasi-relasi untuk memperhatikan kegunaan pakaian, makanan, rumah dan lainya.

Kelompok orang tua di dalam orang-orang desa biasanya memiliki peranan yang penting, Orang tua merupakan sumber didapatkannya nasehat ketika setiap individu menemu permasalahan. Kelompok orang tua sendiri merupakan kelompok yang memegang teguh tradisi sehingga lebih susah untuk beradaptasi terhadap perubahan. Masyarakat desa memiliki pengendalian sosial yang sangat kuat, perasaan persatuan merupakan kekuatannya yang utama, dan perasaan tersebut memicu terjadinya sikap saling menolong dan saling membutuhkan.

Keberadaan gereja di tengah-tengah masyarakat tentu harus memberi nilai-nilai Illahi yang bukan hanya menyentuh keimanan mereka, tetapi gereja juga harus memahami sekaligus menjawab kebutuhan hidup yang sedang mereka hadapi.

Ini sebuah tantangan gereja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam menggenapkan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat yang terkenal dengan keramah tamahannya. Untuk itu gereja harus punya visi dan misi yang jelas agar keberadaannya di tengah masyarakat mampu memberikan dampak yang signifikan yaitu nilai-nilai kebenaran Illahi yang membawa mereka kepada keselamatan dan juga nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang membawa mereka keluar dari masalah-masalah hidup yang dihadapinya.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Pada umumya karakter manusia pedesaan adalah sederhana, mudah curiga, saling menyapa, menghargai orang lain, lugas, kekeluargaan, tertutup mengenai masalah keuangan, perasaan rendah diri kepada orang kota, mengingat janji, saling bekerjasama, demokratis dan religius. Pelayan publik di Desa merupakan salah satu ciri khas di dalam masyarakat. Orang orang desa sangat menghargai pelayanan public yang diberikan, salah satunya oleh kepala desa dan aparatur pelayan lainnya. Di masyarakt desa terkait efektivitasnya, efisiensi, responsivitas, dan kualitas layanan sehingga nantinya dapat menjangkau masyarakat desa dengan baik. Di dalam karakteristik masyarakat pedesaan ini, maka diperlukan pendekatan misi dengan strategi yang tepat dan efisien.

Didalam pelaksanaan Misi banyak berbagai aspek yg perlu diperhatikan mulai dari landasan misi, pendekatan, Lembaga, motivasi, strategi, metode, sejarah, maksud dan tujuan misi tersebut. apalagi dikaitkan dengan objek misi yang memiliki latar belakang pribadi dan latar daerah dan konteks budaya yang sangat mempengaruhi proses misi yang akan mempengaruhi landasan pelayanan lanjutan.

Kehadiran gereja di tengah-tengah masyarakat pedesaan yang beragam adalah sebuah anugerah Allah yang patut disyukuri sebagai misi Allah yang telah ditetapkan dari semula. Tidak dapat dipungikiri lagi bahwa suka atau tidak suka, gereja akan bersentuhan dengan kebutuhan hidup masyarakat yang mengelilinginya, dan ini membutuhkan hikmat Tuhan. Gereja harus menempatkan diri sebagai mitra Allah bagi kesejahteraan masyarakat dan bukan sebaliknya menjadi ancaman stabilitas kerukunan umat itu sendiri. Upaya gereja dalam menterjemahkan misinya di tengah masyarakat pedesaan harus sejalan dengan kehendak Allah dan hakekat gereja yaitu sebagai garam dan terang sebagaimana  Yesus Kristus Tuhan satu-satunya sumber kebenaran . Namun di sisi lain gereja harus menyadari dan memahami situasi dan kondisi sosial budaya pedesaan yang unik untuk dipelajari, sehingga kehadirannya tidak serta merta menjadi ancaman bagi mereka sebagai masyarakat yang kuat  memegang teguh tradisi dan budaya yang berlaku sebagai tatanan hidup mereka yang berlangsung turun temurun.

Tugas yg harus diemban oleh seorang misioner tidaklah semudah dengan teori yg ada, kadang mengalami berbagai rintangan diluar dugaan yg ada , kesulitan dalam pencapainnya gagal tidak sesuai yg diinginkan.

Misi begitu dekat dengan jantung kehidupan gereja sehingga lebih baik menganggapnya sebagai menentukan hakekat gereja itu sendiri. Dengan kata lain, gereja harus bersifat misioner, dimana gereja tidak berhenti untuk memberitakan, membagi dan menghayati Injil Yesus Kristus sampai ke ujung dunia dan sampai akhir zaman. Gereja adalah suatu kelompok yang meresponi terhadap Missio Dei, sehingga menyaksikan dan menceritakan mengenai aktivitas Allah di dunia melalui pekabaran Injil dalam ucapan dan tindakan Misi secara verbal dalam dalam bentuk nyata harus benar benar di implementasikan oleh orang Percaya. Setiap orang percaya harus dapat merefleksikan segala tindakan dan segala suaranya bagi kemuliaan Tuhan sehingga setiap orang dapat mengenal Injil dari berbagai aspek kehidupan setiap orang percaya.

Jika dikaitkan dengan tugas pokok gereja yakni memberitakan Injil Kerajaan Allah yang membebaskan masyarakat desa yang miskin maka strategi yang dapat dilakukan adalah membebaskan mereka dari kemiskinan seperti: Masyarakat desa yang mayoritas bertani, maka pembinaan pertanian dapat dilakukan seperti membuat penyuluhan pertanian dengan menghadirkan nara sumber yang dapat memberi sumbangsi pemikiran bagaimana bercocok tanam yang baik sehingga dapat menghasilkan yang lebih baik, sehingga ekonomi akan meningkat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun