Edwin Anugerah Pradana
Edwin Anugerah Pradana

Nitip di akun instagram.com/eddwinho

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tarmi

16 Maret 2019   21:55 Diperbarui: 16 Maret 2019   22:02 29 1 1

Sementara yang diam sudah dianggap tidak peduli, yang menangis dianggap sedih, yang tertawa dianggap senang, yang pergi dianggap bosan, yang pulang dianggap rindu

Yang makan dikira lapar, minum dikira haus, yang bertanya dikira tidak mengetahui, yang menjawab dikira tahu segalanya

Omongan guru sudah pasti benar. Kalimat orang yang lebih tua adalah mutlak

Yang penting bahagia, tidak peduli lainnya

Yang penting kenyang, nanti sisanya diberi yang lain

Kalau miskin nanti lekas mati

Kalau kaya nanti matinya lama

Doa paling keras lekas terkabul

Doa diam-diam belakangan

Kalau pandai nanti sukses

Kalau goblok nanti sengsara

Dogma-dogma terus

Ajaran-ajaran terus

Anggap-anggap terus

Mengira-ngira terus

Tarmi terus menegaskan apapun adalah demi kebahagiaannya

Tarmi tidak mau dirugikan

Tarmi harus bahagia terus

Tarmi terus menasehati

Tarmi hidup sendiri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2