Mohon tunggu...
Ruby Astari
Ruby Astari Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, penerjemah, pengajar Bahasa Inggris dan Indonesia, pembaca, dan pemikir kritis.

"DARI RUANG BENAK NAN RIUH": Untuk menjelaskan perihal penulis yang satu ini, cukup membaca semua tulisannya di sini (dan mungkin juga di tempat lain). Banyak dan beragam, yang pastinya menjelaskan satu hal: Ruang benaknya begitu riuh oleh banyak pemikiran dan perasaan. Ada kalanya mereka tumpang-tindih dan bukan karena dia labil dan irasional. Seringkali daya pikirnya melaju lebih cepat dari tangannya yang menciptakan banyak tulisan. Penulis juga sudah lama menjadi ‘blogger yang kecanduan’. Samai-sampai jejak digital-nya ada di banyak tempat. Selain itu, penulis yang juga pengajar bahasa Inggris paruh-waktu, penerjemah lepas, dan penulis lepas untuk konten situs dapat dipesan jasanya secara khusus di Kontenesia (www.kontenesia.com). Bisa sekalian beramal lagi untuk setiap transaksi (terutama selama bulan Ramadan ini) : http://kontenesia.com/kontenesia-donasi-ramadan/ https://www.facebook.com/kontenesia/posts/287945154884094?__mref=message R.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

[FAPI] Impianku Menjadi Legenda Selfie

7 Juli 2015   20:55 Diperbarui: 7 Juli 2015   20:55 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

Semua orang punya mimpi. Semua punya angan dan hasrat.

Begitu pula aku. Aku bahkan sudah mengidam-idamkannya sejak kecil. Percaya atau tidak, aku hanya ingin terkenal.

Ya, aku hanya ingin mereka – seluruh dunia - memperhatikanku.

Salah, ya? Kurasa tidak. Aku yakin aku bukan satu-satunya. Di luar sana, kuyakin banyak juga yang begitu. Mereka melakukan apa pun agar semua memandang mereka dengan kagum.

Apakah aku iri? Ah, tentu saja. Hari gini, siapa juga sih, yang mau tampil biasa-biasa saja? Sudah basi, tahu! Sekarang saatnya tampil seistimewa mungkin. Kalau bisa, sampai tidak ada yang bisa menandingiku.

Tapi apa, ya? Bakat aku tak punya. Aku bukan penyanyi bersuara emas dan berwajah cantik seperti Raisa atau secantik aktris Dian Sastro. Wajahku biasa-biasa saja, tidak secantik supermodel maupun sejelek monster.

“Kamu sudah gila, ya?!”

Malam itu, aku bertengger di pagar balkon bar yang terletak di lantai 51. Separuh mabuk kuarahkan smartphone ke wajahku. Aku menyeringai sambil cekikikan.

Setelah itu, aku tak ingat apa-apa lagi. Yang kutahu, smartphone-ku hancur lebur – beserta tubuhku yang terjun bebas hingga berhamburan menghantam aspal. Teman-temanku histeris. Sampai ada yang jatuh pingsan.

Esoknya, aku diliput oleh media dan jadi bahan pembicaraan di Facebook dan Path. Akhirnya, impianku pun tercapai. Sekarang aku jadi terkenal.

Untuk membaca karya peserta lain silahkan menuju akun Fiksiana Community dengan judul : Inilah Hasil Karya Peserta Event Fiksi Fantasi: 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun