Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Atletik Pilihan

Mo Farah Korban Perdagangan Anak yang Kini Jadi Atlet Elit Dunia

12 Juli 2022   09:13 Diperbarui: 12 Juli 2022   09:54 575
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bagi penggemar olah raga atletik nama Mo Farah tentunya sudah tidak asing lagi.

Dengan segudang prestasinya Mo Farah kini telah mendapat embel embel "Sir' pada namanya  yang tentunya menjadi kebanggaan atas pengakuan prestasinya dan mendapat gelar kehormatan dari kerajaan Inggris.

Torehan Prestasi emas menjadi peraih medali emas di olimpiade menjadikan dirinya sebagai  atlit elit dunia.

Mo Farah meraik medali emas  pada lari  5,000m dan 10,000m pada olimpiade London tahun 2012 dan Olimpiade Rio tahun 2016.  Photo: getty Images. 
Mo Farah meraik medali emas  pada lari  5,000m dan 10,000m pada olimpiade London tahun 2012 dan Olimpiade Rio tahun 2016.  Photo: getty Images. 

Banyak orang memandang prestasi yang sangat luar biasa dari Mo Farah ini sebagai penggalan cerita perjalanan hidupnya  yang sangat manis, namun tidak banyak mengetahui bahwa dibalik semua prestasi dan kesuksesan Mo Farah tergores tinta hitam yang mencoreng perjalanan hidupnya.

Tinta hitam ini begitu membekas sehingga Mo Farah harus menyimpannya rapat rapat kisah perjalanan hidupnya itu sampai akhirnya beberapa hari yang lalu Mo Farah mengungkapnya secara publik.

Kisah perjalanan hidup Mo Farah yang difilmkan menjadi film dokumenter oleh BBC ini mengungkap banyak hal yang belum pernah diketahui orang sebelumnya.


Tinta hitam yang mencoreng perjalanan hidup Mo Farah ini ini adalah perdagangan anak yang menimpa dirinya.

Perdagangan anak memang kini menjadi fenomena gunung es yang jarang muncul ke permukaan.  Namun kepedihan dan pengalaman yang buruk bagi korban perdagangan anak ini tidak akan pernah dilupakan selama hidupnya.

Masa Kelam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Atletik Selengkapnya
Lihat Atletik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun