Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mahathir, Mega Korupsi dan "Saving Malaysia"

11 Mei 2018   10:55 Diperbarui: 11 Mei 2018   12:36 1323
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Photo: The Australian

Penundaan pelantikan Mahathir sebagai Perdana Menteri oleh Raja memperkuat spekulasi ini, apalagi memang berkembang rumor di berbagai media asing  bahwa Mahathir kurang cocok dengan Raja.  Bahasa tubuh Yang Dipertuan Agong Sultan Muhammad V saat pelantikan Mahathir yang sempat tertunda beberapa jam seolah  olah meperlihatkan hal ini.

Faktor Korupsi yang menentukan

Salah satu faktor yang sangat menentukan meredupnya  partai yang berkuasa adalah skandal mega korupsi 1MBD yang menurut The US Department of Justice ada sebanyak US$4,5 milyar dana investasi  ini terkait dengan mantan Perdana Meteri Najib Rajak yang terjadi di era 2009-2014 lalu.  Tidak hanya sampai disitu saja diduga ada dana sebesar US$700 juta yang masuk kerekening mantan Perdana Menteri ini.

Dalam kampanye nya Mahathir menjanjikan akan menyelidiki kasus mega korupsi ini sesuai dengan hukum yang berlaku dan akan mengembalikan uang hasil korupsi ini kepada rakyat Malaysia.

Ringgit memang menjadi rapuh ketika kasus mega korupsi ini melanda Malaysia. Oleh sebab itu Mahathir bertekad akan mentabilkan ringgit.

Saving Malaysia

Kemenangan koalisi Mahathir membuktikan bersatunya semua komponen etnis di Malaysia melawan korupsi dan ketidakadilan seperti diberlakukannya pajak barang dan jasa serta investasi asing yang kurang menguntungkan  Malaysia.

Jika Filipina dengan tokok Corry Aquino nya dikenal dengan people power yang berjuang di jalanan, Malaysia tentunya akan dikenang dunia sebagai people power yang berjuang di kotak suara.

Percaturan politik yang sedang dijalankan oleh Mahathir Muhammad yang pernah secara terus terang mengatakan banyak berguru pada Pak Harto ini tidak hanya sekedar menumbangkan Najid Razak, namun mungkin  merupakan karya akhirnya terhadap Malaysia dalam menyelamatkan Malaysia dari  keterpurukan.

Mahathir berjanji akan menjabat sebagai Perdana Menteri hanya dalam 2 tahun saja, untuk selanjutnya akan menyerahkan kursi Perdana Meteri nya kepada Anwar Ibrahim  dulu pernah dipenjarakan pada tahun 1998 lalu akibat perbedaan pendapat yang tajam dalam menyelesaikan krisis ekonomi Malaysia.

Mahathir akan meminta pengampunan Raja dalam kasus Anwar Ibrahim yang kembali dipenjarakan oleh Najid Razak. Saat ini Mahathir mengangkat istri Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail menjadi wakil Perdana Menterinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun