Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Wanita Pilihan

Sudama Menyemarakkan Hari Wanita Sedunia dengan Caranya Sendiri

8 Maret 2018   20:31 Diperbarui: 8 Maret 2018   21:14 367 11 3
Sudama Menyemarakkan Hari Wanita Sedunia dengan Caranya Sendiri
Jai Sudama wanita muda dengan segala keterbatasannya berhasil menginspirasi dunia. Photo: Arko Datto / Noor / Sightsavers

Hari ini Tanggal 8 Maret dunia secara serentak tidak terkecuali Indonesia memperingati hari wanita sedunia.

Perayaan ini ditujukan untuk merayakan pencapaian wanita dalam berbagai hal seperti sosial, ekonomi, budaya dan politik.  Hari wanita sedunia juga dikenal sebagai the United Nations (UN) Day for Women's Rights and International Peace.

Salah satu prestasi dan pencapaian yang unik sekaligus menginspirasi dunia adalah perjuangan dan prestasi Janki Sudama yang dikenal sebagai pejudo tuna netra dari India.

Dengan statusnya sebagai wanita sekaligus mengalami kendala akibat keterbatasan penglihatannya, Sudama telah menunjukkan pada dunia bahwa dirinya pantas menjadi perhatian dunia.

Dibesarkan di masyarakat tradisional di pedesaan, nasib Sudama dapat saja berakhir sebagaimana nasib  wanita umumnya yaitu tinggal  di rumah dan sangat rawan terhadap kejahatan dan perkosaan akibat keterbatasan fisiknya.

Bagi wanita yang memiliki keterbatasan seperti Sudama,mempelajari  belajar bela diri dapat dikatakan sebagai hal yang mustahil.

Sudama  berhasil menjungkirbalikkan kondisi para wanita yang senasib dengan dirinya melalui pelatihan dan penguasaan bela diri Judo yang dirintisnya, sehingga wanita yang tadinya tidak berdaya di tengah tengah keterbatasannya kini sudah dapat kembali ke sekolah, mendapatkan pekerjaan dan aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Sudama juga menginspirasi wanita lainnya. Photo:Arko Datto / Noor / Sightsavers
Sudama juga menginspirasi wanita lainnya. Photo:Arko Datto / Noor / Sightsavers

Tidak hanya sampai disitu saja, beberapa wanita hasil binaan Sudama berhasil bertanding di tingkat nasional dan memenangkan medali dan selanjutnya dapat membimbing wanita tunanetra lainnya agar  dapat mandiri melalui olah raga Judo ini.

Kisah perjalanan Sudama

Sudama mulai mengenal olah raga Judo pada tahun 2014 lalu.  Olah raga yang ditekuninya ini ternyata telah membangkitkan rasa percaya dirinya.

Sebelum mempelajari olah raga judo Sudama tidak dapat sekolah karena tidak ada keluarganya yang bisa menemaninya karena kedua orangtuanya bekerja.

Kondisi dan keterbatasan Sudama ini ternyata tidak membuat dirinya terpuruk dalam kesedihan dan ketidakberdayaan.

Berkat kemampuannya dan kepiawaian judo yang dikuasainya Sudama dapat kembali ke sekolah secara mandiri. Tidak hanya sampai disitu saja, setelah jam sekolah mulai melatih judo teman temannya sampai akhirnya dia mendapatkan sertifikat dan pengakuan sebagai pelatih judo.

Sudama kini sudah go internasional dengan kemampuan judonya, Photo: Arko Datto / Noor / Sightsavers
Sudama kini sudah go internasional dengan kemampuan judonya, Photo: Arko Datto / Noor / Sightsavers

Preatasi Sudama memang dapat dianggap luar biasa, karena dalam waktu singkat setelah pertama kali mengenal olahraga judo, Sudama  dalam waktu singkat berhasil meraih medali emas dan perak di kejuaraan judo di berbagai kejuaraan di Delhi, Goa, Gurugram dan Lucknow.

Rasa percaya diri Sudama tumbuh ketika dia mengikuti kompetisi kejuaraan nasional judo khusus penyandang tuna netra di New Delhi. Berkat ketekunannya dalam berlatih judo wanita yang berusia 20 tahun ini akhirnya memetik buah  hasil kerja kerasnya dengan meraih medali emas di kejuaraan judo nasional khusus penyandang tuna netra dan tuna wicara.

Sudama kini sudah menjadi wanita mandiri yang penuh dengan percaya diri. Photo:www.dailymail.co.uk
Sudama kini sudah menjadi wanita mandiri yang penuh dengan percaya diri. Photo:www.dailymail.co.uk

Photo: www.dailymail.co.uk
Photo: www.dailymail.co.uk

Sudama Menyemarakkan Hari Wanita Sedunia dengan Caranya Sendiri


Sudama juga terpilh untuk mewakili negaranya dalam kejuaraan internasional di Turki.

Sebagai wanita berprestasi Sudama yang rendah hati ini mengatakan:

"I feel very happy that I represented my country,". "I never thought my life would be so changed after playing judo and learning self-defense."

Sumber :satu, dua, tiga, empat,lima