Ronny Noor
Ronny Noor Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Hijau Artikel Utama

Bisnis Burung Berkicau Indonesia yang Membuat Gundah Dunia

11 September 2017   12:34 Diperbarui: 11 September 2017   13:26 6555 24 10
Bisnis Burung Berkicau Indonesia yang Membuat Gundah Dunia
Suasana kejuaraan burung berkicau. Sumber: www.majalahburungpas.com

Hari ini Gretchen Miller wartawan ABC menampilkan artikel yang sangat menarik bagi para pencinta satwa liar dunia dengan judul "Indonesia's songbirds at risk as competitions drive illegal wildlife trade"

Bisnis burung berkicau ini memang sedang booming dan sekaligus mengkhawatirkan. Berkembangnya bisnis burung berkicau ini tidak lepas dari hadiah yang cukup menggiurkan. Berdasarkan laporan ini burung berkicau yang berkualitas harganya dapat cepat berkembang dari harga beli yang hanya Rp. 100 ribu jika memenangkan kompetisi harganya melonjak menjadi Rp. 60 juta. Bahkan pemenang kompetisi di tingkat nasional dapat melambungkan harga burung berkicau menjadi Rp. 200 juta.

Kekhawatiran akan punahnya berbagai spesies burung berkicau akibat semakin berkembangnya hobi dan kompetisi burung berkicau ini memang cukup beralasan terutama besarnya angka burung berkicau yang ditangkap di alam liar jika dibandingkan dengan jumlah burung berkicau yang berhasil dibiakkan oleh pembiak burung liar dan dilepaskan kembali ke alam liar.

Membiakkan burung liar memang tidaklah mudah, karena diperlukan pengetahuan akan teknik budidaya,   tingkah laku dan lingkungan alaminya agar burung berkicau ini dapat berkembang biak di penangkaran.

Suasana di salah satu pasar burung. Photo: omkicau.com
Suasana di salah satu pasar burung. Photo: omkicau.com

Sumber: photo.kontan.co.id
Sumber: photo.kontan.co.id

Seringkali kegagalan terjadi karena sulitnya menirukan lingkungan alamiah burung berkicau ini, sehingga akhirnya burung liar ini mengalami stress di penangkaran. Akibatnya burung ini tidak dapat berkembang biak dan bahkan mengalami kematian.

Data yang berasal dari pemonitor jaringan perdagangan satwa liar "Traffic" dan "Planet Indonesia" yang dikutip oleh Gretchen Miller menunjukkan bahwa pada tahun 2016 lalu angka perdagangan burung berkicau di pasar burung di Kalimantan mencapai 25.000 ekor, sedangkan angka ini lebih mencengangkan jika diamati data perdagangan burung berkicau di Jakarta. Dalam 3 hari saja menurut "Traffic" angka perdagangannya di seluruh wilayah Jakarta mencapai 19.000 ekor.

Meningkatnya hobi memelihara burung berkicau dan juga makin semaraknya lomba lomba burung berkicau diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap upaya pelestarian burung liar ini.

Menurut catatan "Traffic" saat ini ada sekitar 19 spesies burung berkicau di Indonesia yang menjadi langka karena maraknya perdagangan burung berkicau ini.  Angka ini memang cukup mengkhawatirkan mengingat di Indonesia tercatat sebanyak 90 spesies burung yang dilindungi.

Bahkan menurut "Planet Indonesia"perdagangan burung berkicau Indonesia sudah meliputi 300 spesies burung liar dengan angka perdagangan mencapai 1-2 juta ekor setiap tahunnya.

Mengapa semakin popular?

Menurut Gretchen Miller tradisi menikmati suara burung berkicau ini berasal dari tradisi Jawa. Perhatian terhadap burung berkicau ini mulai mendapatkan momentumnya di era tahun 1970an seiring dengan semakin maraknya berbagai kompetisi burung berkicau. Tradisi ini berkembang ke berbagai wilayah di Indonesia seiring dengan pergerakan dan perpindahan orang di era program transmigrasi yang terjadi di tahun 1980an.

Tampaknya telah terjadi pergeseran orientasi dari hanya sekedar hobi mendengarkan suara burung berkicau ke arah prestise dan bisnis seiring dengan semakin maraknya pelaksanaan berbagai kontes  burung berkicau.

Ironi

Memang tidak ada patokan terkait dengan harga burung berkicau ini, namun tampaknya dengan semakin banyaknya kejuaraan yang dimenangkan oleh seekor burung berkicau harganya semakin tinggi.

Tidak hanya sampai di situ juga kemenangan yang diraih oleh seekor burung berkicau juga mengangkat prestise pemiliknya yang menjadi terkenal karena burung berkicaunya memenangkan kompetisi. Situasi seperti inilah yang mendukung semakin banyaknya bermuculan klub burung berkicau yang secara rutin melakukan kompetisi.

Bisnis burung berkicau memang dapat saja berperan pada ekonomi keluarga, karena bisnis ini tidak saja menyangkut perdagangan burung saja namun menyangkut perdagangan berbagai asesori untuk pemeliharaan burung dan juga makanan khas burung berkicau ini.

Di lain pihak berkembangnya bisnis burung berkicau ini sekaligus dapat meningkatkan kerentanan Indonesia akan punahnya  spesies burung yang dilindungi oleh undang undang pelestarian satwa, karena sebagian besar burung berkicau yang diperdagangkan bukan berasal dari hasil penangkaran, namun hasil tangkapan dari alam liar.

Ironisnya kalaupun ada upaya melepaskan kembali burung hasil sitaan ataupun hasil penangkaran ke alam liar, burung burung ini kembali ditangkap oleh para pencari burung liar yang menggantungkan hidupnya pada mata pencaharian ini.

Masalah pelestarian burung kerkicau ini memang cukup komplek. Menurut para pelestari satwa liar upaya ini tidak akan behasil hanya dengan dikeluarkan aturan dan larangan saja, karena ada kelompok masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari pendapatan yang tidak seberapa dari hari upaya menangkap burung ini di alam liar dengan menggunaan perangkap.

Salah satu cara menyelundupkan satwa liar Indonesia yang pernah menghebohkan dunia. Photo:thenypost.files.wordpress.com
Salah satu cara menyelundupkan satwa liar Indonesia yang pernah menghebohkan dunia. Photo:thenypost.files.wordpress.com

Keindahan bulu dan suara burung murai batu ini seharusnya dinikmati di alam bukan dibalik kandang. Photo: hargacara.com/
Keindahan bulu dan suara burung murai batu ini seharusnya dinikmati di alam bukan dibalik kandang. Photo: hargacara.com/

Upaya pelestarian ini harus disertai dengan upaya perbaikan ekonomi keluarga untuk mengurangi penangkapan burung yang dilindungi secara illegal.

Semoga fenomena semakin maraknya hobi memelihara burung berkicau dan kompetisi burung berkicau menjadi renungan kita semua karena memiliki risiko yang cukup besar dalam  mempercepat punahnya satwa liar yang dilindungi.

Seharusnya keindahan suara burung berkicau tersebut dapat dinikmati di alam liar bukan dari dalam sebuah kurungan yang cepat atau lambat akan menjadi lonceng kematian bagi burung mungil yang berwarna dan bersuara indah tersebut.