Digital

Urgensi Literasi Teknologi dan Perilaku Masyarakat di Era Internet of Things

15 Mei 2019   10:18 Diperbarui: 15 Mei 2019   10:47 18 0 0

Dahulu untuk mendapatkan atau memberikan informasi hanya bisa diperoleh melalui media konvensional seperti radio, koran dan televisi. Semenjak perkembangan teknologi dan adanya internet media informasi mulai ikut berkembang. Sekarang media informasi sudah jauh berbeda dengan dahulu apalagi  di saat ini muncul era Industri 4.0 dengan Internet of  Things dalam artian dengan menggunakan internet dapat melakukan segalanya. 

Dengan internet yang saat ini di gadang-gadang di era Revolusi Industri 4.0 membuat media informasi bertambah seperti Facebook, Instagram, whatsapp dan lain-lain. Hanya bermodalkan smartphone dan koneksi internet kita dapat mencari dan menyebarkan suatu informasi dengan mudah. Kemudahan dalam mencari dan menyebarkan informasi memiliki  sisi positif dan negatif.  

Kemudahan menyebarkan tersebut berpotensi untuk menyebarkan hoax (informasi palsu). Saat ini hoax sangat mudah untuk disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, kemudian disebarkan oleh masyarakat yang menerimanya hanya menggunakan sentuhan jari saja.

Sebagai salah satu contoh terdapat informasi mengenai cara penanganan serangan stroke menggunakan jarum dan informasi tersebut dapat dengan mudah disebarkan melalui media komunikasi seperti whatsapp, facebook dan blog tanpa terlebih dahhulu diperiksa kesahihannya. 

Secara ilmiah penanganan stroke harus dilakukan secara cepat dan perlu penanganan tenaga medis yang berkompeten agar pasien dapat ditolong secara tepat. Akan tetapi literasi masyarakat secara umum dalam menanggapi informasi  masih relatif rendah. 

Informasi yang diperoleh langsung  disebarluaskan begitu saja tanpa memahami isi informasi, dan/atau mencari tahu kebenaran informasi tersebut, bahkan lebih parahnya dirinya sendiri tidak membaca utuh informasi tersebut. 

Kemudian informasi yang  disebarkan di media sosialnya disebarkan lagi oleh orang lain, dan seterusnya; seingga menyebbbkan makin banyak orang mengganggap informasi tersebut benar tanpa mencari tahu kebenarannya lebih lanjut dan membaca informasi dari sumber lain. 

Membaca informasi dari sumber lain juga perlu untuk membandingkan informasi tersebut benar atau tidak dan apakah dapat dipercaya atau tidak. Hal-hal diatas merupakan perilaku yang lazim terjadi di kalangan masyarakat Indonesia di era Internet of Things sekarang ini.

Berkembangnya teknologi dan komunikasi (TIK) perlu diimbangin dengan literasi teknologi dan informasi. Dengan kemudahan TIK diharapkan manusia tidak menjadi objek suatu teknologi melainkan menjadi subjek yang dapat mengatur dan menggunakan suatu teknologi dengan tepat (merujuk pada konsep Society 5.0 yang digagas oleh Jepang). 

Meningkatkan literasi teknologi informasi dan komunikasi di kalangan masyarakat kita menjadi hal penting dan mendesak agar masyarakat dapat menilai apakah informasi tersebut sahih dan layak untuk disebarluaskan.

Menyikapi mudahnya informasi yang dapat diakses menggunakan internet, baik di grup-grup media sosial maupun di website, maka masyarakat atau pembaca sendiri yang harus dapat lebih bijaksana menyaring informasi itu. 

Ketika mencari atau menerima suatu informasi sebaiknya dibaca secara utuh, dipahami dan dicari perbandingannya sebagai second opinion atau dirujuk kepada ahli. Ketika sudah mendapatkan justifikasi atas kesahihan informasi tersebut, barulah disebarluaskan.

Roy Gunawan

Mahasiswa Prodi Magister Ilmu Farmasi

Universitas Sanata Dharma