Mohon tunggu...
rosyidah SriWahyuni
rosyidah SriWahyuni Mohon Tunggu... Guru

Rendah diri kepada sesama itu tidak diperlukan. Tapi rendah hati terhadap sesama itu adalah suatu keharusan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Masih Perlukah Menengok ke Belakang Setelah Kita Berjalan Lurus ke Depan?

30 September 2020   10:44 Diperbarui: 30 September 2020   21:21 96 16 5 Mohon Tunggu...

Saya pernah mendengar pendapat, bahwa kita hidup ini hanya tiga hari, yaitu hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Dan sayapun sangat setuju dengan pendapat tersebut.

Jika kita hidup hari ini, berarti kita telah mengalami dua hari, yakni hari kemarin dan hari ini. Sedangkan untuk hari esok? tak seorangpun dari kita yang tahu, apa kita akan berada di hari esok atau tidak. Karena itu merupakan salah satu rahasia dari Sang Pemberi Kehidupan.

Jika kita membahas tentang hari kemarin, yang terlintas di benak kita adalah masa lalu. Ya...masa lalu, yang sudah pasti setiap orang memiliki masa lalu yang tida sama. Sebagian dari kita ada yang memiliki masa lalu yang indah dan membahagiakan, yang tentunya kita menginginkan masa-masa itu berulang kembali. Bahkan kalau bisa kita tulis dan abadikan dalam bentuk tulisan yang sangat indah.Dokpri: di pantai Cemara

Tapi ada pula sebagian dari kita yang justru ingin melupakan dan tidak menginginkan peristiwa-peristiwa atau pengalaman hidup yang yang pernah dialaminya  terulang kembali. Bahkan mungkin  untuk mengingatnyapun  rasanya sudah tidak sudi lagi.

Dan ada juga kisah hidup seseorang yang bermula dari pengalaman yang serba menyakitkan dan menyedihkan, justru pada akhirnya mendapat kebahagian dan kesuksesan yang tidak pernah disangka-sangka.

Itulah hikmah kehidupan. Memang segala yang menyedihkan dan  menyakitkan di masa lalu kadang kita tidak bisa menerimanya, sebelum kita merasakan hikmah di baliknya. Karena kita tidak tahu apa maksud Tuhan dengan itu semua. Kecuali orang-orang khusus, diantaranya adalah orang yang benar-benar sabar,   dan berprasangka baik kepada Yang Maha Kuasa bahwa akan ada kemudahan setelah kesulitan.

Sekarang perlukah kita menengok ke belakang setelah kita berjalan lurus ke depan? Yang dalam hal ini yang saya maksud adalah menengok masa lalu setelah kita mendapatkan dan meraih kebahagiaan atau kesuksesan.

Menurut saya ada dua jawaban untuk hal ini. Pertama, kita masih perlu menoleh ke belakang, bila peristiwa menyedihkan yang kita alami itu bisa membuat kita dan orang sekitar kita, bahkan masyarakat luas bisa termotivasi untuk bangkit dari keterpurukan serta keputus asaan. atau peristiwa yang kita alami tersebut bisa membuat kita introspeksi diri tentang siapa diri kita sebenarnya. 

Selain itu jika kita mengingat masa lalu kita, kita akan  menjadi manusia yang selalu bersyukur dan tidak menjadikan kita sebagai orang yang sombong sekaligus arogan. Sudah barang tentu dengan cara  yang tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang sudah diatur dalam syariat agama.

Kedua, kita tidak perlu menoleh ke belakang, bAhkan kita harus mengubur sedalam-dalamnya, jika peristiwa yang dialami membuat kita tidak terkontrol emosinya, membuat kita sedih dan dendam yang berkepanjang, serta menghambat kita untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi.

Tapi pengalaman apapun yang pernah kita alami, baik manis maupun pahit pada dasarnya adalah ujian. Dan yakinlah jika kita pernah  mengalami  masa-masa pahit, Pada hakikatnya Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih indah. Tetap berusaha, berdoa dan mendekatkan diri kepada-Nyalah yang akan membawa kita kepada ketenangan dan kebahagiaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN