Mohon tunggu...
Rosmaya Agustin Fajar Rini
Rosmaya Agustin Fajar Rini Mohon Tunggu... Mahasiswa Prodi Managemen FEB Universitas Muhammadiyah Malang 2020

Mahasiswa Prodi Managemen FEB Universitas Muhammadiyah Malang 2020

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Peningkatan Pengangguran

21 Januari 2021   18:38 Diperbarui: 21 Januari 2021   18:57 65 2 0 Mohon Tunggu...


Awal tahun 2020 dunia digemparkan dengan sebuah virus bernama Covid-19 atau dikenal dengan virus Corona. Penyebaran virus ini sangat cepat diseluruh dunia yang diawali dengan Kota Wuhan, China dan terus menyebar. Hingga kini di tahun 2021 virus ini tak kunjung menghilang. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah terkait pandemic Virus Corona memberikan efek langsung terhadap masyarakat. Secara sosial ekonomi, ada stabilitas yang tentunya terganggu terkait kebijakan tersebut. Salah satunya terkait dengan ancaman peningatan jumlah pengangguran di Indonesia. Hubungan antara pandemik virus Corona dengan peningkatan pengangguran pada dasarnya berada pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Kebijakan itu antara lain kebijakan lockdown yang diambil beberapa pimpinan daerah. Kebijakan beraktifitas dan bekerja di rumah diterapkan oleh presiden Jokowi.

Mengapa virus Corona mampu mengancam peningkatan jumlah pengangguran?. Hal ini dikarenakan dampak langsung yang ditimbulkan terhadap aktivitas masyarakat. Pengaruh virus Corona terhadap pengangguran tidak terjadi dalam waktu dekat. Namun ancaman itu akan terlihat nyata jika proses penyebaran ini memakan waktu yang lama. Hal ini karena terganggunya operasional perusahaan akibat kebijakan dirumahkannya para karyawan selama wabah. Dengan di rumahkannya karyawan  tanpa digaji tentu akan menimbulkan masalah jika wabah terus berlanjut (Firmansyah, 2020:1). Fakta menarik terkait isu pengangguran karena penyebaran virus Corona adalah sebanyak 25.408 pekerja  di DKI Jakarta telah di-PHK dan dirumahkan. Pekerja tersebut berasal dari 4235 perusahaan. Dampak ini berasal karena perusahaan kesulitan mendapatkan bahan baku karena mayoritas perusahaan mengimpor  bahan baku dari Negara-negar yang menerapkan kebijakan lockdown (Sukmawijaya, 2020:1)

Sektor yang paling merasakan dampak dari kebijakan pemerintah adalah sektor transprotasi dan perdagangan. Meningkatnya ketidakpastian, menurunnya kepercayaan, serta pengetatan kondisi keuangan dan kredit dapat memperkuat penurunan dalam aktivitas pengeluaran dan produksi. Misalnya, rumah tangga dapat menabung lebih banyak sebagai tindakan pencegahan dan beberapa perusahaan mungkin melakukan PHK dan menjual aset yang dimiliki. Sementara aktivitas harus pulih ketika pembatasan dicabut, mungkin akan ada efek membekas yang lebih tahan lama pada ekonomi, meskipun tindakan luar biasa oleh pemerintah dan bank sentral untuk mengurangi keparahan telah dilakukan demi membantu mengatasi hal ini. 

Ancaman peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia sejauh ini bukanlah efek langsung dari merebaknya virus Corona. Ancaman tersebut merupakan proyeksi dari kebijakan yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya omset pendapat baik pelaku UMKM hingga perusahaan besar. Pada akhirnya proyeksi tersebut akan menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran secara signifikan. Proyeksi meningkatnya jumlah pengangguran akibat penyebaran virus Corona harus ditangani dengan serius oleh Negara. Presiden selaku pemimpin harus mampu menyikapi hal ini dan segera mencari upaya yang tepat terhadap menurunnya perekonomian bangsa dan menghindari ancaman pengangguran.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Firmansyah.Resya. 2020. Dampak Virus Corona ke Ekonomi : turunkan omzet dan bisa ciptakan pengangguran. Diakses dari kumparan.com/amp/kumparanbisnis/ Dampak-Virus-Corona-ke-Ekonomi-turunkan-omzet-dan-bisa-ciptakan-pengangguran.
Sukmawijaya. Angga. 2020. Gelombang PHK dan Ancaman Pengangguran akibat virus Corona. Diakses dari.kumparan.com/amp/Gelombang-PHK-dan-Ancaman-Pengangguran-akibat-virus-Corona.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x