Mohon tunggu...
Intan Rosmadewi
Intan Rosmadewi Mohon Tunggu... Guru SMP - Pengajar

Pengajar, Kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain ; sesungguhnya adalah kebaikan untuk diri kita sendiri QS. Isra' ( 17 ) : 7

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Olahraga Ringan, Jelang Usia 60 Tahun

10 Mei 2020   23:54 Diperbarui: 10 Mei 2020   23:51 366
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berjalan santai sambil menghirup udara segar setiap pagi (pict:dok.pribadi)

Krokot yang tumbuh di sekitar halaman sekolah (pict : dok. pribadi)
Krokot yang tumbuh di sekitar halaman sekolah (pict : dok. pribadi)
Sepintas Kisah Nabi Ibrahim As.  Yang Berjalan Kaki  Dari Kota Ur Babilonia Menuju Mesir, Palestina Hingga Bakka

Perjalanan panjang   Nabi Ibrahim As  yang mendapat gelar langsung dari Allah   Khalilullah   (Sang Pecinta Allah Swt)    dari  desa Ur   (Babilonia kemudian dikenal juga sebagai Mesopotamia)    mencapai Mesir hingga Palestina kemudian ke  Bakkah  (Mekkah),  adalah kisah heroik yang diungkap secara lugas dan menakjubkan,  dalam catatan sejarah panjang dengan berbagai versi yang selalu menarik untuk dikaji. 

Adakah Makhluk masa kini yang berniat napak tilas melakukan  perjalanan sepanjang ribuan kilometer dan ditempuh bertahun - tahun,  tanpa keluh kesah berjalan demi   kepatuhan kepada Sang Pemilik alam ini Allah Swt,    secara literatur  Ibnu Batutah keliling dunia bertravelling demi rihlah ilmiah (berjalan menghimpun ilmu pengetahuan yang berlimpah);   namun hanya sedikit manusia yang siap berjalan dan berjalan demi sebuah misi. 

Ada 100 ayat yang mengungkap betapa dramanya Makhluk yang paling dicintai -  Gusti Allah ini yaitu    Ibrahim As   karena kepatuhan yang tanpa "tidak"   Ayah para Nabi ini- pun kita sama - sama menyaksikan dalam al Quran siap melakukan penyembelihan atas puteranya Ismail As.            

Kisah  Sang Idola Kami sekeluarga digandengkan dengan Nabi Suci Muhammad Saw .,   secara silsilah  Ibrahim As  adalah kakek buyutnya .  Sejarah mencatat  Ibrahim As  kisahnya   di mulai  dan  disebutkan pada 2295 SM. info dari sin

Kokiana, bunga di pinggir jalan menuju Cigadung. Konon bunga ini berasal dari Kalimantan (pict:dok.pribadi)
Kokiana, bunga di pinggir jalan menuju Cigadung. Konon bunga ini berasal dari Kalimantan (pict:dok.pribadi)
Berjalan Kaki Setiap  Jam 6 Pagi

Selama masa pembantasan sosial berskala besar (PSBB) juga bertepatan dengan bulan Ramadan 1441 H,   demikian dengan diberlakukannya pula  Work From Home, penulis membiasakan diri berjalan kaki sekitaran Pondok Pesantren  sebelum jam 6 pagi paling telat jam 07.00 berbeda dengan misi Nabi Agung Ibrahim As.,  adalah mengemban  amanat kenabian dirinya yang sangat terpuji.  

Adalah tujuan  penulis menjaga fisik yang semakin menua dengan cara berjalan kaki bakda Subuh,   apa  yang  penulis lakukan  itu terasa sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh,   yang paling utama bagi kesehatan diri  adalah menghirup oksigen yang  paling prima disekitaran desa Babakan Ciburial.  

Penulis yang bermukim di desa tentu saja tidak  memiliki alternatif olah raga yang paling mudah selain berjalan kaki tidak mengeluarkan biaya  dan pastinya mengikuti jejak para Nabi khususnya Nabi Ibrahim As.,  iya meskipun hanya terbatas sekitar seperempat hingga satu jam saja tidak lebih dari itu,   akan tetapi terbukti sepanjang 14 hari Ramadan dan Work From Home Alhamdulillah,  tidak batuk, tidak flue, tidak gatal - gatal atau penyakit orang tua lainnya seperti rhematik encok pegal linu . . . sama sekali tidak..  

Allohumma Shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad Kama Shollaita ala Ibrahim wa aly Ibrahiim fil 'alamina innaka hamidun majiid.

96239562-2673261406270985-5149349562346897408-n-5eb75111d541df0d4e5b74a3.jpg
96239562-2673261406270985-5149349562346897408-n-5eb75111d541df0d4e5b74a3.jpg
Sutra Bombay, dapet di rumah Ayah (pict: dok.pribadi)
Sutra Bombay, dapet di rumah Ayah (pict: dok.pribadi)
Prinsipnya membangun kebahagiaan salah satu caranya juga yaitu dengan   membangun pola pikir yang pasrah hanya pada Allah semata;    sangat di luar dugaan saat berjalan kaki menghirup udara segar pegunungan,  penulis bisa menjumpai beberapa orang penduduk yang disiplin menggunakan masker bahkan ada juga yang acuh sebagai mana biasa sebelum ada wabah pandemic COVID - 19,   mereka berjalan tidak peduli akan tetapi penulis menyapa ringan,   membahagiakan pertemuan sepintan ini dengan salam dan tentunya menyunggingkan senyuman pagi yang paling ikhlas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun