Mohon tunggu...
Intan Rosmadewi
Intan Rosmadewi Mohon Tunggu... Pengajar

Pengajar, Kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain ; sesungguhnya adalah kebaikan untuk diri kita sendiri QS. Isra' ( 17 ) : 7

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Membangun Fondasi Kebiasaan Menulis bagi Para Guru

21 November 2014   06:30 Diperbarui: 17 Juni 2015   17:15 91 14 16 Mohon Tunggu...

[caption id="" align="aligncenter" width="392" caption="dokpri"][/caption] Seorang penulis terkenal dinilai bukan karena tampilan fisiknya atau semua yang sifatnya jasadi akan tetapi ia populer karena hasil karyanya,  contoh jaman baheula yang cukup melegenda  'Tenggelamnya Kapal Van der Wijck'  kala itu buku tersebut banyak menguras air mata para pembacanya.

Tentu saja best seller,  namun ketika itu seingat penulis belum muncul istilah dagang yang terkesan waach "best seller".  Bisa jadi anak muda jaman kini dan membaca novel tersebut spotan komen  "akh . . . lebay !."

Ia adalah Buya Hamka dikenal juga sebagai seorang ulama besar - pun beliau menulis 30 jilid Tafsir al Azhar yang pada masanya bahkan hingga kini dijadikan referensi untuk tulisan juga untuk ceramah - ceramah di kampung dan pelosok desa.

Adapun Pramudya Ananta Toer meskipun sangat kontroversial ia juga di kenal masyarakat dunia dengan trilogi karya 'Bumi Manusia' ; 'Anak Semua Bangsa' dan 'Rumah Kaca'.

Memang jika kita mencoba membacanya saat ini,  disamping ejaan bahasa yang terkesan asing, juga lumayan jlimet untuk bisa mengikuti alur pemikiran sang penulis,  termasuk aspek idiologis yang menjadi bahan sorotan mendasar pemerintah orde baru.

Mungkin pembaca buku tersebut saat ini akan sulit mengikuti jalan ceritera dari ketiga trilogi itu,  khususnya disamping beda jaman pasti juga selera masyarakat kita sangat bertolak belakang dengan selera masyarakat ketika itu.

Adalah  'Bumi Manusia' Pak Pram saat jaman orde baru sempat di bredel,  toko buku tidak boleh menjual dan stok yang masih ada di tarik dari peredaran dan penerbitnya pun gonjang - ganjing tentu menjadi best seller juga, orang berburu ke pasar - pasar buku gelap untuk mengetahui apa gerangan kisah manusia di bumi ini, yang menjadi tokoh di buku ini bernama Minke.

Yang paling jelas baik Buya Hamka demikian juga Pramudya Ananta Toer keduanya adalah penulis produktif dan di kenang sejarah hingga kapanpun karena warisan tulisannya yang berlimpah bahkan tulisan - tulisan Pramudya Ananta Toer telah dialih ke 41 bahasa dunia.

[caption id="" align="aligncenter" width="576" caption="dok.pri"][/caption]

Bercermin ke Masa Lalu

Menelusuri kehidupan para penulis sekaliber Buya Hamka (1908-1981), dan Pramudya Ananta Toer ( 1925 - 2006 ) keduanya adalah produk sejarah masa lalu yang penuh dengan kepahitan perjuangan menegakkan kemerdekaan disamping juga kepahitan hidup di keluarga masing - masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x