Analisis

Banten Menuju Pilpres 2019

6 Oktober 2018   14:10 Diperbarui: 6 Oktober 2018   14:14 633 0 0

Menjelang Pemilihan Presiden 2019, lembaga-lembaga di berbagai daerah di Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pemilu, begitupun di Provinsi Banten. Berbagai upaya dilakukan demi mensuksekan Pemilihan Presiden 2019 yang bersih, aman, dan damai. 

Banyak hal yang diupayakan, namun saya hanya akan mengulas beberapa diantaranya, yaitu Deklarasi Damai Pemilu 2019 dan juga Pencegahan Hoax yang diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian. Upaya-upaya tersebut dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia bisa menciptakan suasana damai, aman, dan tenang, serta selalu menghargai perbedaan pilihan politik.

Provinsi Banten terus menggelar berbagai upaya guna mensukseskan Pemilihan Presiden 2019. Informasi hoax dan ujaran kebencian masih terus bertebaran di berbagai wilayah, tak terkecuali di Provinsi Banten. 

Hal tersebut tidak bisa dibiarkan, karena dinilai berpotensi besar memecah belah masyarakat. Perlu adanya suatu tindakan guna membersihkan Pilpres 2019 dari berita bohong maupun ujaran kebencian. Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan pertemuan dengan berbagai humas guna menekan angka pemberitaan hoax serta ujaran kebencian yang ada Provinsi Banten menjelang Pilpres 2019.

Seperti yang dilansir tangerangnews.com, pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) tersebut bertema  "Literasi Informasi Menjelang Pilpres 2019" diselenggarakan pada hari Rabu, 26 September 2019. 

Pertemuan tersebut digelar di gedung Bupati kawasan pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Pertemuan ini bertujuan mendorong seluruh praktisi humas yang ada di Provinsi Banten untuk mengantisipasi munculnya berbagai macam kejahatan cyber, termasuk penyebaran hoax dan ujaran kebencian yang akan muncul seiring masa kampanye dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Komari mengatakan pihaknya menanggapi serius segala bentuk kejahatan cyber yang terjadi menjelang Pemilihan Presiden 2019.  

Komari juga menyampaikan bahwa, instruksi langsung dari Gubernur Banten Wahidin Halim bahwasannya isu-isu menjelang Pilpres 2019 janganlah dipandang sebelah mata. Potensi perpecahan di masyarakat sangatlah besar bilamana kita lengah dalam mencegah kejahatan cyber. 

Sementara Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Banten, yaitu Yopy Perdana Kusuma mengatakan "1 berita kebohongan kita lawan dengan 10 berita kebenaran dan 1 berita keburukan kita lawan dengan 10 berita kebaikan. Dan saya kira itu saja tidak cukup, di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika literasi media masuk ke dalam kurikulum institusi pendidikan, saya harap ini bisa dimulai di Banten".

Selain pertemuan mengenai pencegahan hoax, di Provinsi Banten juga terdapat kegiatan Deklarasi Damai Pemilu 2019. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari Minggu, 16 September 2019 yang dihelat di Talaga Bestari, Cikupa, Tangerang. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan warga Tangerang dari puluhan organisasi masyarakat serta organisasi kepemudaan. Mereka memiliki komitmen yang sama, yaitu untuk turut mengawal perhelatan Pemilu 2019 agar berlangsung aman dan damai. 

Peserta yang hadir membubuhkan tandatangan diatas kain putih yang berisi pernyataan dukungan untuk Pemilu 2019 yang damai. Deklarasi Damai Pemilu 2019 ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Tangerang dan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang.

Deklarasi ini dihadiri Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, Kasdim 0510/Trs Mayor Arh Agung Pujianto, Kimisioner KPU dan Bawaslu, serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang Ahmad Hidayat. Beberapa anggota dan pengurus organisasi di Kabupaten Tangerang turut hadir dalam kegiatan tersebut, beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

Sambutan baik disampaikan oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, "Acara ini merupakan bukti bahwa masyarakat Kabupaten Tangerang sudah dewasa dan cerdas, karena menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama." ucap beliau. 

Menurutnya, dengan terlibatnya masyarakat secara aktif dalam menjaga keamanan dan ketentraman di wilayahnya, kegiatan ini merupakan hal yang positif dalam rangka menjaga stabilitas keamanan jelang Pilpres dan Pileg yang akan digelar pada tahun 2019 yang akan mendatang. Kegiatan ini menjadi penting karena di tahun politik kerap terjadi gesekan kepentingan yang berpotensi menimbulkan konflik.

*Penulis : Mahasiswa mata kuliah Ilmu Politik, Semester 1, jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, UNTIRTA.