Mohon tunggu...
Fransiska Rosilawati
Fransiska Rosilawati Mohon Tunggu... -

Pekerja Pranata Humas

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sosialisasi Sadar Wisata Pantai Selatan Yogyakarta dan Pengurangan Risiko Kecelakaan Laut

19 Juni 2017   15:09 Diperbarui: 19 Juni 2017   15:15 406
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Wisata Pantai atau Wisata Bahari merupakan salah satu pilihan obyek wisata yang masih banyak di gemari di negeri ini. Tidak terkecuali wisata pantai yang berada di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) seperti Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Parang Wedang, Pantai Samas, Pantai Cemara, Pantai Kwaru, Pantai Pandansimo, Pantai Glagah, Pantai Congot.

Sedangkan pantai-pantai di wilayah Gunungkidul seperti: Pantai Langkap, Pantai Butuh, pantai Baron, Pantai Slili, Pantai Krakal, Pantai Sungap, Pantai Indrayanti, Pantai Pok Tunggal, Pantai Wediombo, Pantai Sadeng, Pantai Ngongap dan obyek wisata pantai rintisan lainnya merupakan pilihan para wisatawan untuk mengunjunginya.

Masing-masing pantai tentunya memiliki keunikan tersendiri, disamping panorama alam yang mengelilinginya, juga eksotisme lokasi menampakkan perbedaan sehingga selalu menarik untuk dikunjungi. Sebagai contoh: Pantai Parangtritis yang sudah kesohor di dunia yang dikenal dengan keunikan gumuk pasir (sand dune) serta panorama sunset-nya hampir setiap akhir pekan dan musim liburan selalui dipadati pengunjung. Di pantai ini juga ditemui zona religi, zona pertanian lahan basah dan kering, disamping pula wisata kuliner lokal.

Demikian halnya pantai-pantai lain seperti telah dipaparkan di atas juga memiliki  keindahan alam khas, dilengkapi sarana dan prasarana pendukung yang bernuansa estetik serta unik untuk memberi layanan demi kenyamanan para wisatawan.

Berkait pengembangan wisata pantai, sudah barang tentu banyak aspek yang perlu diperhatikan. Keberadaan wisata-wisata pantai selatan di wilayah Yogyakarta ini perlu sentuhan manajemen yang proporsional, tenaga yang profesional dan tidak bisa lagi ditangani secara konvensional. Hal ini tentunya logis mengingat tuntutan pelayanan publik dan semakin membanjirnya arus wisatawan seiring promosi yang gencar dilakukan selama ini, sehingga kenyamanan sekaligus keamanan pengunjung bisa terjamin.

Membicarakan wisata pantai dengan pesona dan keunikannya, ditambah lagi gencarnya promosi dari waktu ke waktu memang akan menarik minat para wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata yang ditawarkan. Melalui kemasan bahasa dan spot-spot gambar yang manis, indah menawan dan dipublikasikan secara massif melalui media massa ataupun media onlinetentu merupakan magnet penggugah yang nantinya diharapkan menambah tingkat kunjungan wisatawan.

Dampak dari komunikasi dalam bentuk promosi itu semua (baca: promosi yang gencar) pastinya tidak hanya sebatas target kunjungan wisatawan yang bertambah, sehingga pendapatan asli daerah (PAD) meningkat. Konsekuensi yang perlu dipikirkan adalah menyangkut fasilitas penunjang dan pelayanan bagi wisatawan yang akan berkunjung.

Oleh karenanya, promosi yang dilakukan akan membawa konsekuensi-konsekuensi diantaranya: perlu dibarengi peningkatan sarana dan prasarana wisata, termasuk perlunya antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan laut (laka laut) yang kerap membawa korban.

Sosialisasi sadar wisata dan kecelakaan laut

Untuk menjaga keberlangsungan dan kualitas obyek wisata serta kenyamanan sekaligus keamanan pengunjung di pantai selatan wilayah Yogyakarta ini tentu banyak hal yang perlu diperhatikan.

Langkah umum yang sering dilakukan dalam dunia kepariwisataan adalah dengan menerapkan konsep Sapta Pesona, yaitu pengondisian obyek wisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan). Barang tentu ini semua harus melibatkan pihak terkait, termasuk masyarakat di lingkungan setempat dan juga para pengunjung obyek wisata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun