Rosie Anna
Rosie Anna Mahasiswa

A reluctant learner who never stop learning and trying over and over again to get something right until end of her life.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Ketika Selamat Tinggal Menjadi Jalan Keluar

12 Oktober 2018   20:18 Diperbarui: 12 Oktober 2018   20:46 415 5 4

Sebagai insan biasa tentu kita ingin bisa menolong semua. Semua orang yang hadir di kehidupan kita pastinya. Tapi nyatanya? Kita punya keterbatasan. Kita tidak bisa memaksakan diri untuk menolong semua. Menolong semua orang yang kita sayang.

Atau mungkin kita yang belum benar-benar mengerti arti dari menolong? Apakah menolong orang yang kita sayang itu sama dengan kita harus selalu ada disampingnya? Atau justru meninggalkan mereka terkadang juga bentuk pertolongan kita untuk mereka? Ah entahlah. Yang ku tau menolong orang itu akan berujung indah walaupun harus merasakan sakit terlebih dahulu.

Ah kenapa rumit! Kenapa harus begini? Aku tak bisa berhenti bertanya... Is that true? Sometimes good bye is the only way? Mengapa meninggalkan adalah jalan keluar? Mengapa?

Mengapa sulit rasanya untuk sepakat bahwa selamat tinggal adalah jalan keluar. Begitukah? Jika memang selamat tinggal adalah jalan keluar lantas kenapa harus ada konsep menjaga silaturahim akan memperpanjang usia? Kalau begitu apakah mungkin kita bisa silaturahim dengan semua orang? Walaupun orang tersebut sudah menyakiti kita?

Bagaimana ini? Mengapa semua ini seolah-olah menjadi paradoks yang berdiri sendiri. Lantas saat kapan selamat tinggal memang adalah jalan keluar? Saat kapan kita perlu menjaga silaturahim?