Mohon tunggu...
Roselina Tjiptadinata
Roselina Tjiptadinata Mohon Tunggu... Perencana Keuangan - Bendahara Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami

ikip Padang lahir di Solok,Sumatera Barat 18 Juli 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengunjungi yang Lebih Muda Tidak akan Mengurangi Harga Diri Kita

5 Oktober 2022   04:00 Diperbarui: 5 Oktober 2022   05:52 219 43 22
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Memahami Tradisi Secara Arif 

Dari dulu kita mengetahui adanya aturan atau adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Dan sebagai bagian dari masyarakat dimana kita tinggal,tentu patut kita patuhi.  Secara adatnya, yang muda datang berkunjung kepada yang dituakan . 

Bila kita ingin menemui seseorang yang jauh lebih muda  dari kita ,maka kita akan berusaha untuk memanggil yang bersangkutan  untuk datang mengunjungi kita. Hal ini sesuai menurut adat yang muda harus mengunjungi yang tua tidak sebaliknya.

 Oleh sebab itu maka yang muda harus mengambil inisiatif tersebut. Tetapi itu cerita saat masih sama sama tinggal sekampung. Tetapi ada kalanya, kondisi dan situasi tidak memungkinkan. Dalam situasi semacam ini, orang tua harus mampu memahami situasi secara arif . Janganlah sampai terpancang pada tradisi secara kaku.

Dokpri
Dokpri

Zaman sekarang

Berbeda dengan dulu maka sekarang yang diperhatikan mana yang lebih efisien . Kalau perlu yang tua mengunjungi yang muda untuk hal hal penting.Disebabkan bila menunggu yang muda berkunjung akan terlambat nantinya. 

Jadi adat kebiasaan tersebut tidak dipertahankan . Semua orang mengerti tidak ada salahnya bila yang tua berkunjung ke yang muda. Karena dengan demikian,bila ada masalah, bisa cepat mengatasinya . Terputusnya hubungan persahabatan dan kekeluargaan hanya karena terpaku pada prinsip:"Pokoknya yang muda harus berkunjung ke yang dituakan", akan menciptakan sekat pemisah.

Seperti yang kami lakukan selama ini. Kami kunjungi keponakan kami,karena suami isteri bekerja dan pulang sudah sore.  Sedangkan kami berdua bebas mau berkunjung kapan saja. 

Jangan Terpancang dengan aturan lama

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan