Mohon tunggu...
Roselina Tjiptadinata
Roselina Tjiptadinata Mohon Tunggu... Perencana Keuangan - Bendahara Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami

ikip Padang lahir di Solok,Sumatera Barat 18 Juli 1943

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Menuai Apa yang Kami Tabur (Seri 82)

7 Mei 2021   04:00 Diperbarui: 7 Mei 2021   04:31 300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
slogan festival Indonesian food(dok pribadi)

Festival Indonesia

Seperti biasa  tulisan ini merupakan bagian dari catatan perjalanan hidup kami yang dibagikan dalam bentuk artikel. Pada tgl 25-27 Oktober diadakan "Festival Indonesia"di Elizabeth Quay .Festival ini diadakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia.  Untuk mempromosikan Indonesia di dunia internasional melalui masakan tradisional Indonesia. Yang didukung Komunitas  Indonesia yang berdomisili di Western Australia

Untuk pertama kali acara ini akan diadakan selama 3 hari berturut turut.Seperti biasanya setiap kali ada acara yang mengikut sertakan komunitas Indonesia  ,kami selalu ikut memberikan dukungan. Baik dengan ikut berbelanja disana serta sekaligus ikut meramaikan. 

slogan festival Indonesian food(dok pribadi)
slogan festival Indonesian food(dok pribadi)
Kekompakan relawan

Pada tgl 27 yang jatuh pada hari Minggu  maka sepulang dari  gereja kami meluncur menuju Elizabeth Quay karena ada acara Festival Indonesian Food.Para relawan berserta keluarga hadir begitu juga relawan yang sudah bersuamikan orang Australia  juga ikut berperan.Hal ini memperlihatkan kecintaan akan tanah air tidak luntur walaupun sudah bersuami orang Australia.

Kendati masih pagi terlihat banyak orang sudah berbelanja mencicipi kuliner Indonesia seperti,Nasi Goreng,Nasi Padang dengan rendangnya,sate ayam,cendol dan sebagainya.Kami mencari sate Padang,yang kebetulan tidak ada sehingga kami membeli lontong dengan tempe Mendoan dari Purwokerto.Kalau dapat tempe ini hal istimewa di Australia ,karena tempe hanya dijual ditoko Asian 

didepan tenda kuliner Indonesia(dok pribadi)
didepan tenda kuliner Indonesia(dok pribadi)
Silent Reader Kompasiana.

Selain dari tenda Kuliner banyak tenda tenda lain seperti tenda pakaian ,tas tangan dan beragam seni yang dijual untuk pengunjung 

Ketemu Silent Reader Kompasiana 

tenda pakaian dan lain lainya (dok pribadi)
tenda pakaian dan lain lainya (dok pribadi)
"Maaf ya inikan Bapak Ibu Tjiptadinata yang di Kompasiana?"terdengar seorang mbak menyapa kami." Wanita ini langsung memperkenalkan diri :"Nama saya Sri , saya sering baca tulisan Bapak  dan ibu  .Saya merupakan silent reader kompasiana"

Kamipun diajak menemui teman teman di KJRI dan GWJ serta berfoto bersama sebagai kenang kenangan.Mbak Sri memperkenalkan kami dengan suami dan keluarganya ,kamipun berfoto bersama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun