Mohon tunggu...
Rosalin Angely Trinita Bessy
Rosalin Angely Trinita Bessy Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Airlangga

Fakultas Vokasi, Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Benarkah Aplikasi PeduliLindungi Membantu Penanganan Covid-19?

11 Juni 2022   11:22 Diperbarui: 11 Juni 2022   11:36 123 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Sudah cukup lama istilah Covid-19 menjadi salah satu bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari di berbagai negara. Di Indonesia sendiri kurang lebih selama dua tahun, manusia diberi kewajiban untuk melakukan kebiasaan baru, yaitu selalu mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun. Tidak hanya itu, vaksinasi dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sudah menjadi kewajiban untuk dilaksanakan dalam mencegah Covid-19 pada saat bepergian di tempat publik atau fasilitas umum.

PeduliLindungi pada awalnya adalah aplikasi yang dibuat dan dikembangkan oleh pemerintah untuk membantu dalam melacak penyebaran penyakit Covid-19 dalam melakukan tracing dan pengawasan kepada seseorang dengan maksud ingin menghentikan laju penyebaran Covid-19. Akan tetapi, saat ini aplikasi PeduliLindungi digunakan hanya untuk sebagai bukti sudah melakukan vaksinasi dan hanya berguna pada saat bepergian saja. 

Dengan adanya hal tersebut, timbul pertanyaan benarkah aplikasi PeduliLindungi membantu dalam penanganan Covid-19?

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah "Ya, aplikasi PeduliLindungi sangat membantu dalam penanganan Covid-19" mengapa demikian? 

Pada bulan April 2022 lalu, juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan bahwa PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga dan bahkan negara maju. Aplikasi ini memiliki peran yang besar dalam menekan laju penularan saat Indonesia mengalami gelombang Delta dan Omicron. Sepanjang tahun 2021 hingga tahun 2022, PeduliLindungi telah mencegah jutaan orang dengan status merah atau vaksinasi belum lengkap memasuki tempat fasilitas umum dan telah mencegah ratusan orang dengan status hitam atau terinfeksi Covid-19 melakukan perjalanan domestik atau mengakses tempat fasilitas umum secara tertutup.

Lalu mengapa masih banyak masyarakat Indonesia yang terdampak Covid-19 walaupun sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi?

Keadaan itu menandakan bahwa masih ada pengguna aplikasi PeduliLindungi yang tidak memanfaatkannya dengan baik. Seperti halnya pada saat awal new normal, masyarakat hanya mengandalkan aplikasi PeduliLindungi saja dan tidak terlalu memperhatikan protokol kesehatan lainnya, selama pada saat melakukan scan QR masih berwarna hijau atau berhasil login. Tidak peduli juga daerah tujuan yang didatangi berada dalam zona hitam maupun merah yang tentu memiliki potensi bahaya dan risiko penularan yang sangat tinggi. Hasil dari tes Covid-19 yang ada dalam aplikasi PeduliLindungi juga tidak akan berubah jika pengguna tidak melakukan tes Covid-19 lagi dan apabila pengguna yang sudah melakukan tes Covid-19, namun dilakukan pada fasilitas kesehatan yang belum terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu, seharusnya semua dampak yang diberikan merupakan tanggung jawab dari individu pengguna masing-masing, tetapi juga masih banyak yang justru menyalahkan aplikasi PeduliLindungi.

Beberapa waktu lalu, banyak muncul kasus yang mengatakan bahwa aplikasi PeduliLindungi tidak aman karena disalahgunakan oleh pemerintah, namun hal ini langsung dibantah dan tertuang dalam Keputusan Menkominfo Nomor 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Aplikasi PeduliLindungi dalam rangka Pelaksanaan Surveilans Kesehatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagaimana diubah oleh Keputusan Menkominfo No. 253 Tahun 2020 bahwa aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk kegiatan pengamatan secara sistematis dan konsisten terkait Covid-19 untuk mewujudkan tindakan penanggulangan secara efektif (surveilans kesehatan), bukan untuk memata-matai. Sehingga kasus tersebut dinyatakan tidak benar atau HOAKS.

Jadi, berdasarkan apa yang sudah saya jabarkan, PeduliLindungi sangat membantu dalam proses penanganan Covid-19 dan masyarakatlah yang diharapkan untuk lebih aware terhadap penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus lebih meningkatkan dan mengembangkan fitur-fitur yang ada dalam aplikasi PeduliLindungi agar dapat dipergunakan secara maksimal oleh penggunanya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan