Mohon tunggu...
Rosalia Aini La'bah
Rosalia Aini La'bah Mohon Tunggu... -

Hidup adalah perjuangan !!

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Botani Tanaman Iles-Iles

12 Januari 2012   10:24 Diperbarui: 25 Juni 2015   20:59 2368
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar terutama pada jenis tumbuhan. Salah satu jenis tumbuhan yang terdapat di Indonesia adalah Amorphophallus sp. Menurut Backer dan Bakhuizen (1968), di Pulau Jawa terdapat delapan jenis Amorphophallus dan berdasarkan koleksi di Herbarium Bogoriense terdapat 20 jenis yang spesiesnya dikumpulkan dari berbagai tempat di Indonesia. Salah satu jenis Amorphophallus yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor di Indonesia adalah iles-iles.

Jenis iles-iles (Amorphophallus sp.) yang banyak dijumpai di Indonesia adalah A. companulatus, A.variabilis, A.oncophyllus, dan A.muelleri Blume. Di daerah-daerah tertentu iles-iles dikenal dengan nama walur/suweg (Jawa), acung (Sunda), dan kruwu (Madura) (Lingga, 1989).

Iles-iles merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi tetapi sampai saat ini masih tumbuh secara liar dan belum dibudidayakan. Iles-iles memiliki nilai ekspor sangat tinggi terutama di Jepang. Negara ini membutuhkan tepung atau gaplek iles-iles (Amorphophallus meulleri Blume) lebih dari 1000 ton/tahun. Informasi ini diperoleh dari PT. INACO tahun 2003. Bahkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga sangat berminat dengan gaplek iles-iles Indonesia.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2003. Indonesia mengekspor iles-iles dalam bentuk keripik atau tepung ke berbagai negara (Sri Lanka, Malaysia, Australia, Singapura, dan lain-lain). Sehubungan dengan pengembangan ekspor nonmigas, iles-iles merupakan salah satu komoditi ekspor yang dapat menyumbangkan devisa bagi negara. Selain itu dapat pula meningkatkan pendapatan petani karena mereka dapat menjadi pemasok untuk industri. Namun sayangnya, iles-iles yang dijual hanya laku dengan harga Rp 500/kg di Indonesia, sedangkan di Jepang harga iles-iles bisa mencapai Rp 60.000/kg. Hal ini dikarenakan iles-iles dijual bukan dalam bentuk produk olahan tetapi masih berupa tepung atau gaplek iles-iles yang bersifat voluminous (banyak memakan tempat/nilai per satuan massa rendah) dan bulky (mudah rusak), sehingga nilai produk yang dijual rendah.

Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengembangkanmetode pengolahan iles-iles menjadi produk olahan yang bernilai tinggi, seperti glukomannan. Glukomannan adalah polisakarida dengan berat molekul yang tinggi mengandung glukosa dan sumber serat untuk diet yang mudah dilarutkan. Glukomannan sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia dan memiliki kemampuan untuk menyembuhkan beberapa penyakit yang mana telah banyak didokumentasikan. (Huang, Zhang, & Peng, 1990; Vorster, Lotter, & Odendaal, 1988; Vuksan, Jenkins, & Spadafora, 1999; Walsh, Yaghoubian, & Behforooz, 1984; Wu & Peng, 1997; Key, 1973; Biancardi & Palmiero, 1989; Mao & Gu, 1998; Wei & Ma, 1998; James & Follett, 2000).

Glukomannan dapat menunda rasa lapar ketika dikonsumsi sebagai sumber makanan langsung. Hal tersebut dapat menyebabkan penyerapan gula diet secara bertahap dan dapat mengurangi kadar gula yang tinggi dalam darah. Glukomannan juga dapat digunakan sebagai pengganti agar-agar dan gelatin, serta sebagai bahan pengental (thickening agent) dan bahan pengenyal (gelling agent). Glukomannan yang berkadar serat cukup tinggi dan berfungsi sebagai gelling agent, mampu membentuk dan menstabilkan struktur gel sehingga bisa digunakan sebagai pengenyal makanan (Purnomo, 1997).

Berdasarkan pentingnya peran glukomannan dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan pengkajian lebih lanjut tentang pembuatan gel glukomannan dari tanaman alternatif seperti iles-iles yang masih jarang digunakan. Dari sinilah penelitian mengenai proses pengolahan iles-iles menjadi glukomannan menjadi menarik untuk dilakukan dan akan bermanfaat bagi dunia industri serta dapat meningkatkan nilai produk iles-iles sehingga meningkatkan pendapatan asli daerah yang membudidayakan iles-iles.

1.2Perumusan Masalah

Tanaman umbi iles-iles memiliki petonsi ekonomi yang cukup tinggi tetapi sampai saat ini masih tumbuh secara liar dan belum dibudidayakan. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah mengembangkan metode pengolahan iles-iles menjadi produk olahan yang bernilai tinggi, seperti glukomannan. Glukomannan dapat digunakan sebagai bahan makanan langsung, sumber serat untuk diet, pengganti agar-agar dan gelatin, juga sebagai bahan pengental (thickening agent) dan bahan pengenyal (gelling agent).

Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah belum adanya proses pengambilan glukomannan dari tepung iles-iles secara optimal. Apabila masalah ini dapat dipecahkan maka pengembangan iles-iles ke depan sebagai bahan pangan dapat digunakan secara tak terbatas.

1.3Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1Tujuan

Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu:

1.Menentukan variabel-variabel yang berpengaruh dalam proses ekstraksi iles-iles menjadi glukomannan.

2.Mendapatkan kondisi optimum proses ekstraksi.

1.3.2Manfaat

1.Diperoleh suatu sistem operasi atau standar prosedur operasi untuk pengolahan iles-iles.

2.Diperoleh suatu kondisi operasi terbaik dalam pengekstrakan.

3.Diperoleh peningkatan pendapatan petani daerah penghasil iles-iles dan industri pengolahan iles-iles.

4.Semakin meningkatnya nilai jual beli iles-iles sehingga petani berminat untuk membudidayakannya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Botani Tanaman Iles-iles

Iles-iles (Amorphophallus sp.) termasuk ke dalam suku talas-talasan (Araceae) dan diperkirakan terdapat 170 jenis di seluruh dunia. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan herba tahunan dan memiliki organ penyimpanan bawah tanah, yaitu umbi. Umbi biasanya berbentuk bulat pipih dan umbi dapat menjadi besar ketika mencapai tahap dewasa. Daun tunggal ataupun beberapa daun lain tumbuh dari umbi (Ambarwati, 2000).

Daun Amorphophallus memiliki tangkai daun yang besar, silindris, padat, halus hingga kasar dan akan berkembang menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian tangkai daun akan tumbuh menjadi anak daun dengan jumlah bervariasi tergantung jenisnya. Seperti umbi, daun juga menjadi besar setiap tahun hingga pembungaan terbentuk.

Bunga iles-iles berkembang seiring dengan pertumbuhan daun maupun setelah daun bertumbuh secara maksimal. Tongkol bunga silindris, padat, halus, hingga kasar. Seludang berbentuk seperti cerobong asap memiliki warna yang beragam. Bunga betina terdapat di bagian bawah tongkol dan dapat menjadi bunga jantan di bagian tengah tongkol melalui proses transisi. Bunga uniseksual, tidak mempunyai perhiasan bunga. Bunga betina mempunyai 1-4 bakal sel biji, tangkai putik tidak ada atau sedikit, kepala putih berbentuk bulat atau setengah. Bunga jantan memiliki 1-6 benang sari, kepala sari sedikit bertangkai dan mempunyai 2 sel. Buah mempunyai 1–3 biji, berbentuk seperti bola atau panjang, biasanya berwarna merah atau jingga (Jansens et al., 1996).

Secara taksonomi, tanaman iles-iles mempunyai klasifikasi botani sebagai berikut:

Diviso: Anthophyta

Phylum : Angiospermae

Class : Monocotyledoneae

Family : Araceae

Genus : Amorphophallus

Species : Amorphophallus onchophyllus Prain

Siklus pertumbuhan iles-iles ada dua, yaitu periode vegetasi dan periode istirahat. Periode vegetasi berlangsung pada musim hujan, sedangkan periode istirahat pada musim kemarau. Periode vegetasi berlangsung lima sampai enam bulan, yaitu pada saat ditanam sampai tumbuh daun (Soetrisno Koswara, 2006).

Tabel 2.1Ciri-ciri Amorphopallus campanulatus, A.variabilis, dan A.oncophyllus

Suweg

Iles-iles

A.campanulatus

A.campanulatus

Amorphopallus

Amorphopallus

Var.hortensis

Var.sylvestris

Variabilis

Oncophyllus

HALAMAN :
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun