Mohon tunggu...
Rosadiyank Vioctabella P.A.
Rosadiyank Vioctabella P.A. Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Just be Yourself

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Kisah di Balik Teriakan dan Siulan Peluit Peramai Suasana Wisata Kuliner Tempo Gelato Prawirotaman

9 Desember 2021   18:07 Diperbarui: 10 Desember 2021   07:25 418 8 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Vicko Kurniawan bersama teman-teman juru parkir sedang menjaga lahan parkir Tempo Gelato Prawirotaman.

Yogyakarta – MAJU, MAJU, STOP! Suara keras nan tegas terdengar dari lahan parkir Tempo Gelato Prawirotaman yang selalu ramai pengunjung. Suara keras yang diiringi tiupan peluit yang bersahutan turut meramaikan suasana sekitar.

Tempo Gelato yang merupakan salah satu kuliner gelato ternama di Yogyakarta ini menjadi salah satu kuliner yang sangat disukai warga lokal dan wisatawan dari berbagai kota. Tempo Gelato ini pertama kali didirikan di Prawirotaman Yogyakarta. Setiap harinya Tempo Gelato sangat ramai dikunjungi oleh warga lokal, wisatawan luar kota, maupun wisatawan asing.

Keramaian Tempo Gelato tidak hanya didalamnya saja namun diluarnya pun terdengar juga suara sahut-menyahut juru parkir dengan peluitnya. Setiap mobil yang datang ia selalu menghampiri dan mengarahkan menuju lahan parker Tempo Gelato. Teriakan dan siulan peluit juru parkir yang khas menjadi sebuah bayangan suasana tersendiri.

Vicko Kurniawan dengan sibuk berlari kesana kemari sembari melambaikan tangan dan meniup peluitnya mengarahkan travel dan mobil yang baru saja datang. Setelah penantian hampir 2 tahun karena adanya pandemi dan PPKM akhirnya ia merasakan kembali pengunjung yang mulai ramai berdatangan silih berganti terutama wisatawan dari luar kota. “Selama ini hanya wisatawan lokal yang datang sehingga masih terlihat sepi walaupun sebenarnya normal tetapi kalau tidak ada wisatawan dari luar kota atau wisatawan asing rasanya kurang”, tutur Vicko.

Vicko Kurniawan yang telah menjadi juru parkir selama 10 tahun di Tempo Gelato Prawirotaman ini juga pernah merasakan kewalahan. Disaat weekend hotel-hotel di Prawirotaman dipenuhi oleh wisatawan sehingga lahan parkir pun juga lama-lama menjadi penuh. Disitulah Vicko harus berpikir cerdas supaya tetap ada lahan parkir dan tidak mengganggu pengguna jalan. “ya saya sebisa mungkin tetap stay sambil mengarahkan pengguna jalan supaya tidak terjadi kemacetan”, ungkap Vicko.

Apabila Vicko dan teman-temannya menghadapi situasi dimana parkiran penuh, mereka juga telah bekerja sama dengan pihak kampung sebelah untuk menyediakan lahan parkir yang terletak di timur Tempo Gelato.

Vicko juga mengungkapkan bahwa menjadi juru parkir itu tidak mudah. Terkadang ia menghadapi customer yang santai tetapi ada juga yang arogan. Walaupun Vicko menghadapi customer yang arogan ia tetap menghadapinya dengan kepala dingin supaya tidak terjadi keributan yang dapat berdampak pada citra Tempo Gelato.

Dibalik cerita juru parkir yang selalu menghadapi kendaraan-kendaraan parkir, ternyata mereka juga melakukan inisiatif disaat hujan tiba. Mereka justru senang apabila hujan turun karena bisa nyambi menjadi ojek payung. Walaupun dengan inisiatif tersebut mereka tidak mematok harga. Mereka melakukannya dengan senang hati dan berniat untuk memberikan fasilitas terbaik.

Vicko mengatakan ia sangat bersyukur dengan apa yang ia dapatkan selama ini. Walaupun terkadang keramaian ini masih belum stabil, ia tetap melakukan pekerjaannya dengan senang hati. Ia berharap pandemi cepat usai sehingga keramaian menjadi stabil seperti dahulu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan