Mohon tunggu...
Ropiyadi ALBA
Ropiyadi ALBA Mohon Tunggu... Guru - Tenaga Pendidik di SMA Putra Bangsa Depok-Jawa Barat dan Mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan MIPA Universitas Indra Prasta Jakarta

Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat, membaca dan menulis untuk pengembangan potensi diri dan kebaikan ummat manusia.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Pilih Tanaman Hias atau Kucing Peliharaan?

7 Januari 2022   06:44 Diperbarui: 10 Januari 2022   19:31 333
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://meowmagz.com/

Memiliki hewan peliharaan maupun tanaman hias menjadi hiburan tersendiri bagi pemiliknya. Apalagi di tengah kesibukan dan rutinitas kerja yang menyita pikiran dan energi, tentunya dibutuhkan waktu untuk sekedar rileks dan mengendurkan syaraf-syaraf yang tegang selepas pulang kerja atau di akhir pekan.

Saya bukanlah termasuk orang yang suka ikut-ikutan tren. Ketika sedang ramainya orang-orang menyukai tanaman hias, seperti Aglaonema, Monstera, Alocasia, Calathea, maupun yang lainnya, saya tidak lantas ikut-ikutan memelihara tanaman tersebut. 

Barulah setahun kemudian, ketika tren tanaman hias mulai menurun dan harganya relatif lebih murah, saya mencoba memelihara beberapa jenis tanaman hias di pekarangan rumah. 

Niatnya bukan sekadar ikut-ikutan, namun lebih kearah upaya pengalihan suasana dan pandangan mata dari rutinitas kerja yang selalu di depan komputer, beralih sedikit ke handphone menjadi kepada hijaunya dedaunan tanaman hias dan indahnya warna daun dan bunganya.

Ada beberapa tanaman hias yang saya tanam, di antaranya Aglaonema (Aglaonema sp), Calathea (Calathea ornata) , Lidah Buaya (Aloe vera), Puring (Codiaeum vareiegatum) , Lily Paris (Chlorophytum comosum), Lily amazon (Eucharis grandiflora),  Mawar (Rosa sp), dan Kuping Gajah (Anthurium crystallinum). 

Tidak lama berselang setelah mulai memelihara tanaman hias, sayapun kedatangan rezeki berupa 3 ekor bayi kucing yang mungil. Induk kucing liar yang biasa singgah di rumah karena sering diberi makan, pada akhirnya melahirkan 3 ekor bayi kucing yang tampak sehat. Perlu diketahui ini adalah kali yang keempat induk kucing tersebut melahirkan. 

Namun pada kelahiran yang kedua dan ketiga semua anaknya mati karena penyakit dan prematur. Sementara kelahiran yang pertama saya tak mengetahuinya karena sang induk kucing belum terlalu familiar dan belum biasa singgah. 

Baca juga: Mengapa Induk Kucing Suka Memindahkan Anaknya yang Baru Lahir? 

Setelah hampir 3 bulan sejak kelahirannya pada 17 Oktober 2021 yang lalu, bayi-bayi kucing itupun tumbuh menjadi anak kucing yang lucu dengan beragam polahnya yang menggemaskan dan kadang membuat jengkel. Ketiganya sering "berkelahi" dan berlari-larian antar mereka. 

Awalnya saya merasa jengkel dengan polah mereka, karena banyak tanaman hias saya yang rusak dan bau kotorannya yang sedikit mengganggu penciuman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun