Mohon tunggu...
Ropiyadi ALBA
Ropiyadi ALBA Mohon Tunggu... Saya adalah orang yang selalu berusaha menjadi Pembelajar

Lahir dan dibesarkan di pinggiran Ibu Kota

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Reuni Akbar 212, Ada Apa dengan Pertelevisian Kita?

2 Desember 2019   15:47 Diperbarui: 2 Desember 2019   16:16 53 1 0 Mohon Tunggu...
Reuni Akbar 212, Ada Apa dengan Pertelevisian Kita?
Dok. Front TV

Peristiwa yang cukup besar terjadi pada hari ini, Senin 2 Desember 2019 di Indonesia, tepatnya di lapangan MONAS Jakarta. Reuni Akbar 212 kembali di gelar untuk yang ketiga kalinya, setelah reuni pertama tahun 2017 silam.

Massa aksi damai Reuni Akbar 212 sudah berkumpul di MONAS sejak dini hari sekitar pukul 03.00 pagi. Kegiatan diawali dengan sholat tahajjud berjamaah dengan diimami oleh seorang ulama dari palestina, kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah, berzikir dan pembacaan riwayat maulid Nabi Muhammad S.A.W hingga terbit fajar.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pidato beberapa tokoh termasuk gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Tampak sejumlah tokoh yang hadir diantaranya :KH Ahmad Sobri Lubis, Ustadz Yusuf Martak, Ustadz Qurtubi Jaelani, dan Ustadz Haikal Hassan. Turut hadir pula Hidayat Nur Wahid dari PKS dan Fadli Zon dari Gerindra.

Reuni Akbar 212 ini digelar dengan tujuan untuk lebih mempererat tali persatuan umat Islam dan persatuan bangsa Indonesia. Reuni Akbar 212 kali ini mengangkat tema keselamatan negeri dan menyikapi penistaan agama yang masih terjadi di Indonesia, serta menyuarakan kemerdekaan untuk bangsa Palestina.

Namun kalau kita perhatikan, acara yang cukup besar ini dengan dihadiri ribuan bahkan jutaan massa yang terjadi di pusat ibu kota luput dari pemberitaan media, khususnya media televisi. Ada apa dengan pertelevisian kita saat ini?. Hal ini tidak hanya baru kali ini terjadi, pada saat Reuni Aksi 212 sebelumnyapun media pertelevisian seolah tidak mengetahui kalau ada acara Reuni 212 di MONAS, dan tentu ini merupakan hal yang mustahil bagi mereka. Tidak ada televisi yang memberitakan acara ini kecuali hanya segelintir saja.

Mengapa hal ini bisa terjadi?. Tentunya yang tahu jawaban pastinya adalah pemilik atau pengelola televisi yang bersangkutan. Padahal syarat sebuah peristiwa menjadi bahan pemberitaan atau liputan sudah dipenuhi oleh pristiwa Reuni Akbar 212 ini. Diantaranya aktual (time lines), Kontroversi, adanya tokoh sentral, sensasional dan unik. 

Masyarakatpun bebas menduga bahwa ada unsur atau motif tertentu sehingga acara ini tidak masuk dalam liputan berita tv apalagi siaran langsungnya.

Namun bagaimanapun juga masyarakat berhak mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya, dan televisi adalah salah satu sumber informasi yang mudah dan murah ketimbang internet atau yang lainnya. Jangan sampai hak kebebasan masyarakat dalam menerima informasi tidak diimbangi oleh hak kebebasan pers dalam menyiarkan setiap peristiwa secara aktual dan terpercaya. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x