Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Cukup ini saja

Memberi tak harap kembali

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Pengantin yang Telah Dipersiapkan

29 Januari 2020   19:11 Diperbarui: 29 Januari 2020   22:56 207 40 16 Mohon Tunggu...
Cerpen | Pengantin yang Telah Dipersiapkan
Liputan6.com Saksi Bisu Demo Mahasiswa 24 September - News Liputan6.com

"Airin, aku sudah buktikan apa keinginanmu. Kuharap sekarang kau mempercayaiku," kata Bahar lewat pesan singkat di HP-nya.

Bahar tau, kepolisian pasti telah menyadap kontaknya. Apalagi WA, pasti juga sudah diretas. Maka bahasa sandi dirasa penting mengecoh polisi.

"Kucing hitam sedang menanti ikan. Jam dua siang tunggu. Buka tudung saji," jawab Airin.

Aku satu tim dengan Bahar. Kami mendapat tugas di Mojorejo, Madiun. Sementara tiga tim lainnya ada di Legosari, Temanggung, Marga Mulya, Bekasi, dan Kemanggisan, Palmerah Jakbar.

Airin ada di Kemanggisan, sedang bersiap-siap jadi pengantin malam ini. Bersama dengan dua orang ikhwan melakukan pengintaian.

Madiun

"Berapa jam lagi selesai?" tanyaku

"Kita tunggu cairan ini melakukan sublimasi. Butuh setengah jam biasanya. Sudah aku uji coba saat di Libya. Karem komandanku mengajarkan saat itu," jawab Bahar.

"Kita salat maghrib dulu. Nanti bakda Isya kita berangkat."

"Baiklah. Cari musala terdekat."

"Berangkat. Jangan lupa kunci pintu kamar dan pintu depan."

Temanggung

Empat orang sudah bersiap di perempatan. Sasarannya post polisi. Bakda maghrib polisi sedang istirahat makan malam. Post hanya dijaga satu orang.

"Bukan waktu yang tepat!" kata Amin

"Siap. Tungu perintah selanjutnya." Mukhlis menjawab.

Bekasi

Baru selesai buka puasa. Kurma dan air zam-zam di atas meja. Tak ada suara. Masing-masing menikmati sajian berbuka dengan doa-doa.

Kemudian masing-masing berdiri menuju shaf-shaf yang tersusun rapi. Setidaknya ada duabelas orang.

Sang Imam berdiri, diikuti makmun dalam barisan rapi. Salat maghrib sedang dimulai. Hanya alunan ayat suci ayang terdengar. Gerakan rapi rukuk, iktidal, sujud, duduk antara dua sujud, dan selanjutnya.

Palmerah

Tiga orang mengendap di parkiran. Mereka tiarap di bawah truk besar. Di depan supermarket. Sudah 6 jam mereka di sana. Inilah pengantin pertama.

Jas hitam kulit ciri khas mereka. Rambut gondrong dan ransel besar. Berdiri tegap. Seperti tentara bayaran, film Amerika.

Airin, kami tak tahu saat ini Airin ada di mana. Markas besar selalu berpindah. Tak masalah yang penting jaringan telepon tersedia. Polisi memang mengincar kami. Melebihi tikus mengejar makanan dalam periuk nasi. Seperti korupsi, menunggu lengah aparat polisi.

Setting arloji telah disamakan. Pukul 21.30 pasti akan ada kejadian. Pengantin akan tadang bertamu. Mengejutkan. Memberi ketakutan pada aparat kepolisian.

Merekalah yang telah melakukan pelanggaran. Bekerjasama dengan para penjahat narkoba, koruptor yang menyengsarakan. Waktunya melakukan pembalasan. Tak mengapa kami jadi pengantin malam.

Beberapa Menit Sebelum Kejadian

Madiun, Temanggung, Bekasi, Palmerah, mendapat perintah seragam. Pesan dari komandan, Airin, "Salam, Waktu berputar cepat. Baca doa sebelum berangkat. Esok belum kiamat. Nikmati liang kuburmu dengan sehat."

Seperti mendapat asupan darah segar, wajah mereka semua merekah. Kemenangan sudah ada ditangan. Bukan untuk menewaskan. Tapi untuk sebuah pengorbanan.

Pesan terakhir Airin

Lewat HP, sekali lagi pesan singkat mereka terima. "Rek lewat Feep Web, 2.4434$, mawar sedang harum." Mereka baca dengan seksama. Waktunya mengabdi, bisik mereka kepada ikhwan-ikhwan disekitarnya.

"Bagaimana, Sob! Berangkat?" kataku pada  Bahar.

Bahar hanya menggangguk. Menjulurkan tangannya. Biasanya kami akan berdiri melingkar. Menunduk sebentar. "Allahu Akbar!" Teriakan pelan penuh kekuatan. Keluar dari sanubari terdalam. Kami pun berangkat. Seluruh peralatan sudah tersanggul di bahu. Ransel seberat 35 kg. Topi hitam.

Kami keluar satu persatu memasuki avansa sejak sepuluh hari terpakir di rumah kontrakan. Seorang kawan dari Turki menyawakan.

Beberapa saat kemudian kami berangkat. Tujuan utama adalah polsek Kartoharjo. Lagi ada acara serah terima jabatan. Banyak petinggi kepolisian. Momen tepat melenyapkan pengkhianat. Pengkhianat bangsa. Negeri merdeka hanya dalam angan. Nyatanya kemelaratan tak pernah hilang.

Avansa menepi. Tepat di depan polsek Kartoharjo. Polsek Kranggan sudah dalam jaringan, pesan singkat masuk ke hpku. Rawalumbu, siap di tempat. Tunggu perintah selannutnya, pesan singkat lain masuk. Polsek Palmerah, membara. Siap terbakar. Tunggu perintah lanjutannya.

+++++

24 September 2019, kejadian berlangsung. Terekam. Laman online mengabarkan. Liputan6.com, Jakarta - Ratusan mahasiswa berkumpul di sekitar Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat. Mereka membakar Pos Polsubsektor Palmerah. Aksi pembakaran dilakukan sekitar pukul 21.13 WIB.

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Bus PO Sugeng Rahayu menabrak pengendara sepeda motor Honda Vario dan terguling di Jalan Raya Ring Road Kota Madiun, Selasa (24/9/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88) meringkus pasangan suami istri (pasutri) muda terduga teroris disebuah rumah kontrakan di Kampung Rawakalong Poncol, RT02/04, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, (23/9/2019).

Kompas.com. Puing, sisa motor terbakar, sampah, motor tertinggal, dan orang-orang kelelahan, dalam potret. Ini adalah kumpulan gambar seusai demo mahasiswa di DPR pada Selasa (24/9/2019) yang berakhir ricuh dan penuh tembakan gas air mata.

Catatan, Airin adalah istilah untuk Komandan Jihad

Cerita ini Fiktif Belaka. Kesamaan nama, tempat, dan profesi adalah sebuah kebetulan. Dan tak berhubungan dengan kejadian apa pun, di mana pun.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x