Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Cukup ini saja

Memberi tak harap kembali

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi yang Mati Rasa

20 Januari 2020   11:05 Diperbarui: 20 Januari 2020   11:14 150 43 14 Mohon Tunggu...
Puisi yang Mati Rasa
sumber: Liputan6.com | Keahlian Menulis Makin Penting di Dunia Kerja, Simak 3 Tipsnya ...

Barkali-kali aku terjerat aksara
Puisi mati rasa
Rima yang seolah lupa melekat di kepala

Teriakan kerasku, membentur gendang telinga
Hanya pecah tak kuat mencerna
Lalu mulut keram membisu sekeras batu
Padahal puisi aku bacakan hanya untukmu

Kau bukan bunga bagi lainnya
Hanya rumput liar mengular
Pada pohon gersang tegak di semak belukar

Kau adalah gedung-gedung tinggi
Kau adalah jalan-jalan licin beraspal
Kau adalah sungai-sungai melingkar
Kau adalah kertas-kertas berlogo, "Rahasia"

Baris-baris tersusun melingkar
Berkali-kali pula aku luruskan
Lebih sering patah
Puisiku tumpul tak mungkin terasah

Aku masih ingat,
Ketika kau pernah berkata, "Puisimu akan selalu jadi idola bagiku. Aku selalu menanti setiap waktu. Dan akan aku dengar keluh kesahmu."

Pukulan berat untukku
Aku sungguh merasa ketika itu
Cemoohmu berupa sanjungan
Pujian datang bertubi-tubi setiap kali
Apa yang bisa aku harapkan sekarang?

Puisi yang mati rasa
Mulut yang keras membatu
Gendang telinga pecah terbuka
Sementara teriakan menggema
Hanya membentur karang hitam tak bernyawa

Tanah Bumbu, 20 Januari 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x