Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Cukup ini saja

Memberi tak harap kembali

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Membenci Matahari

19 Januari 2020   14:30 Diperbarui: 19 Januari 2020   14:30 145 42 9 Mohon Tunggu...
Puisi | Membenci Matahari
toRiau.co Fenomena Equinox Pada 22 September 2018, Sinar Matahari di Riau ...

Matahari tegak di atas kepala
Bayang-bayang mengecil jatuh di telapak kaki
Aku ingin,
Berlindung dari teriknya
Mengeringkan keringat dengan leluasa

Tapi matahari,
Sepertinya panas enggan menjauh
Kucoba bersiul
Siapa tau semilir angin mau bergerak mendekat
Melumuri keringat hingga menguap
Menyapu debu jalanan dan sekiratan yang mulai pengap

"Kapan pengap lenyap," gumamku. 

"Apakah nanti sore ketika matahari menjauh semilir angin menerpa tubuh keringat menguap jadi sebuah nikmat lengkap?'

Tidak juga
Tergantung cuaca
Iklim tropis barangkali jadi penyebab
Aku tak menemu jawab

Ketika matahari mulai tergelincir
Terdengar suara mendesir
Lewat angin semilir

"Nanti, ketika aku menjauh dari garis edar
dan sangat jauh darimu
kemudian mendekat sedekatnya
pasti lenyaplah keringat mengucur.
Tak sempat berlindung.
Terik adalah sahabat sejati yang sangat engkau hindari."

Tanah Bumbu, 19 Januari 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
19 Januari 2020