Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Belajar dan Mencoba, Kapan Berakhirnya?

3 Desember 2019   07:21 Diperbarui: 3 Desember 2019   07:48 0 37 11 Mohon Tunggu...
Belajar dan Mencoba, Kapan Berakhirnya?
Tribun Kaltim - Tribunnews.com Murid SLB Tunas Bangsa Belajar di Luar Kelas, Ini Permainan ...

Kata teman-teman yang mengenal saya, menurut mereka saya termasuk orang yang sangat semangat dalam belajar dan mencoba. Setelah saya pikir-pikir ternyata penilaian mereka terhadap saya ada benarnya.

Betapa tidak, saya memang termasuk orang yang sangat gigih dalam mencoba sesuatu yang baru menurut saya.

Saya masih ingat beberapa tahun lalu, ketika itu datang ke tempat kami saudara teman saya yang ahli dalam menangkap burung menggunakan alat bernama "sapung". Semacam alat terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga ketika ditiup, suaranya meirip sekali dengan suara burung.

Alat ini digunakan untuk memalsukan suara burung sawah, burung truwok namanya. Burung tersebut akan mendatangi suara yang mirip dengan suaranya. Pada saat burung itu mendekat, maka dengan mudah burung itu ditangkap mengunakan tangan. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari.

Di samping burung truwok, burung palung dan belibis juga dapat ditangkap dengan menggunakan suara palsu tersebut. Bagi saya keahlian ini sangat keren. Karena disamping burungnya nikmat untuk dikonsumsi juga memiliki keterampilan seperti ini sungguh istimewa menurut saya waktu itu.

Maka dengan berbagai upaya saya coba membuat alat tersebut. Satu persatu saya coba dari berbagai batang bambu kemudian alat itu jadi. Setelah itu berhari-hari setiap sore saya pergi ke sawah mencoba membunyikan suara burung tersebut. Saking semangatnya saya sampai hampir setengah keranjang alat sejenis saya bawa ke sawah untuk uji coba.

Setelah beberapa bulan barulah saya berhasil mendapatkan burung seperti suadara teman saya. Hingga akhirnya saya terampil menggunakan dan mendapatkan burung dalam jumlah yang lumayan banyak.

Orang-orang di desa yang melihat saya menggunakan alat itu akhirnya minta diajari untuk membuat dan menggunakan alat seperti itu.

Pada kesempatan lain, karena hobi saya adalah mancing di sungai ketika musim hujan. Biasanya akan kesulitan mencari umpan yang cocok untuk memancing ikan hampala. Maka terbersit untuk menggunakan umpan palsu. Saat itu tidak seperti sekarang, banyak umpan palsu yang dijual. Maka saya juga mencoba membuat umpan palsu dari potongan sendok makan yang saya kikir membentuk ikan seluang.

Tidak cuma satu sendok, sampai istri pernah marah-marah karena banyak sendok makan yang dipotong-potong. Akhirnya juga berhasil. Apabila selesai banjir dan ikan hampala mulai kembali mudik mencari mangsa. Saat itulah biasanya saya panen ikan dengan cara menggunakan umpan palsu tersebut.

Aktifitas saya ternyata juga banyak diikuti oleh para pemancing lain. Membuat alat sejenis dengan meniru apa yang saya buat.

Kebiasaan belajar dan mencoba ternyata menurun kepada anak saya. Ketika TK selalu saya beri spidol dan saya ajari menggambar. Setiap hari kerjanya akhirnya mencorat coret kertas menggabar apa saja yang ia bisa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN