Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Mimpi yang Lahir Kembali

8 November 2019   19:49 Diperbarui: 8 November 2019   20:08 0 14 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Mimpi yang Lahir Kembali
Liputan6.com Berbentuk Kumis hingga Payudara, Ini 12 Penampakan Awan Aneh di ...

Mimpi yang Lahir Kembali

Cerita sedih kadang datang tanpa diduga. Tak akan pernah pergi lagi selamanya. Merupa dalam mimpi. Bertamu seperti kilat malam sebelum hujan lebat datang.

Aku lihat perempuan ini mencoba mengambil mimpinya. Ia adalah Tulip dalam saku baju mewangi pesonakan rindu yang menggebu. Sekejap kemudian menguap bersama keringat lelah perjaka.

Setelahnya hanya tangisan yang terdengar. Tulip tak suci lagi. Orang-orang selalu menyebutnya ternoda, padahal tak mengerti asal muasal kejadiannya. Hanya komentar tersebar.

"Tulip sudah ternoda!"

Sejenak kemudian aku berkaca pada air tepian danau ini. Sudah berapa kali aku ternoda? Tercabik karena asmara. Tulip baru pertama kalinya. Deritanya sungguh menyesakkan dada.

Aku ingin maraih mimpiku. Mungkinkah bisa?
Bagaimana dengan Tulip? Semalang apa diriku jika dibandingkan dengannya. Aku tak merasa menderita.

Wangi tulip sesakkan dadaku seketika. Seberapa besar kasihanku pada Tulip atau pada diriku sendiri.

Tulip punya mimpi. Aku juga punya mimpi. Sayangnya mimpi kami tak bisa lahir kembali.

Tanah Bumbu, 8 Nopember 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x