Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dogma, Sombong, dan Ranting yang Patah

8 November 2019   15:57 Diperbarui: 8 November 2019   16:16 0 16 5 Mohon Tunggu...
Dogma, Sombong, dan Ranting yang Patah
Travel Kompas Menikmati Keindahan Gunung Lawu Tanpa Perlu Mendaki Halaman all ...

Dogma, Sombong, dan Ranting yang Patah

Keberuntungan memang tak selamanya berpihak pada kita. Kadang melekat kuat pada ingatan seperti simpang siurnya lalulintas di lampu merah. Baginya dogma kemudian dianggap nyata.

Keberuntungan lahirkan kesbongan pada sebagian orang. Ia ungkap jerih payah adalah usaha keras mengikuti dogma yang ada. Bagaimana jika keberuntungan lepas dari jalan dikehendaki.

Baginya bertengger di ranting patah dengan sejuta resah. Dengan dogma yang dianggap salah. Ia lihat orang-orang dengan keyakinan memakai sombong jadi alasan pembenaran keterampilan dari hasil usaha kerasnya selama ini.

Sebagian beruntung, lalu dogma dan sombong dibuat. Atau yang tersisih, dogma jadi jumlah yang selisih. Merasa ranting patah adalah tempat tersisa merenungi sisa dogma yang ada di kepala.

Tanah bumbu, 8 Nopember 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x