Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Tanah Lapang, Anak Dolanan, dan Ibunya yang Masih Ingusan

7 November 2019   17:23 Diperbarui: 7 November 2019   17:30 0 15 2 Mohon Tunggu...
Puisi | Tanah Lapang, Anak Dolanan, dan Ibunya yang Masih Ingusan
Lukisan: Yoes Rizal via The Jakarta Post | Keeping art as art and nothing more - Art & Culture ...

Tanah Lapang, Anak Dolanan, dan Ibunya yang Masih Ingusan

Aku tersesat di antara rumput liar di tanah lapang. Seperti labirin indah namun lorongnya menipu mentah-mentah. Kuhabiskan waktu bersamanya terlalu asyik hingga lupa bagaimana harus menghentikannya.

Seperti anak dolanan sore-sore dengan lumpur di tangan. Marah-marah dan menangis ketika ibu memanggil dan mengajak pulang. Bagiku bermain yang sebagian orang akan mengatakan aku telah berbuat kebodohan.

Bagaimana mungkin seorang yang masih ingusan kemudian disebut ibu oleh anak pada suatu ketika padahal kelahirannya tak diminta. Ia hanya terlalu asyik menikmati indahnya cinta. Salahkah?

Seperti menyesatkannya tanah lapang, asyiknya anak dolanan serta ibu yang tak tau sebab mengapa mengandung dan kemudian harus melahirkan. Sebuah kenikmatan tak punya alasan. Asyik dan menyenangkan untuk alasan ketika pertanggung jawaban dimintakan.

Tanah Bumbu, 7 Nopembe 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x