Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ruang Pengap, Waktu Beranjak, dan Aku yang Masih Tak Bergerak

6 November 2019   21:02 Diperbarui: 6 November 2019   21:29 0 29 9 Mohon Tunggu...
Ruang Pengap, Waktu Beranjak, dan Aku yang Masih Tak Bergerak
Sriwijaya Post - Tribunnews.com Lansia Butuh Sirkulasi Udara Khusus - Sriwijaya Post

Lihatlan, berbaris cicak tutupi kaca jendela dari samarnya purnama. Aku merasa kamar sempit ini kian pengap. Pentelasi tertutup rapat oleh aku yang tak kuasa mengumpat.

Hanya lilin kecil dan keceriaan ingatanku bertahun lalu. Tempat ini butir disemai. Aku tak berpikir akan memanen buahnya. Barangkali hanya bunga mekar sebentar lalu layu jatuh ke tanah. Terbang tertiup derasnya angin malam.

Tak usah ada banjir datang. Ia akan segera hanyut lalu hilang. Mungkin kerumun anai-anai yang bersihkan sarangnya mengejar lilin kecil di tengah malam buta. Ia tahu akan jadi korban sayap patah atau hangus jadi bakaran.

Suatu waktu aku merasa bising oleh derik jangkrik yang coba rayu pasangan. Padahal telingaku tak selebar telinga gajah. Bagaimana mungkin aku tetap resah.

Setiap sapa sepertinya hanya godaan untuk aku bertahan. Ia tak merasa gelap begitu makutkan. Sendrian tak lebih menakutkan.

Lalu keceriaan hilang. Berganti dengan perlombaan yang aku sudah tahu persis siapa jadi pemenang. Waktu yang berjalan kemudian diam. Aku terpaku heran memandangi awan. Mengapa terlalu cepat berarak kemudian turun hujan. Sementara aku masih duduk mematung tak beranjak meskipun satu geseran.

Tanah Bumbu, 6 Nopember 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
6 November 2019