Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Marah, Rindu, Cemburu, Bercampur pada Segelas Kopi Susu

6 November 2019   19:27 Diperbarui: 6 November 2019   19:55 0 14 2 Mohon Tunggu...
Puisi | Marah, Rindu, Cemburu, Bercampur pada Segelas Kopi Susu
Cantik Tempo.co Terlalu Banyak Air, Kesalahan Umum saat Menyeduh Kopi Instan ... (pixabay)

Marah, Rindu, Cemburu, Bercampur Pada Segelas  Kopi Susu

Aku hanya mengingatkan tentang kopi susu yang pernah engkau sajikan. Buih pada permukaannya bukanlah nira yang telah lama tak djambil dari batangnya.

Marah karena beruang datang dengan auman dan mencuri gelas kaca tanda cinta. Tak ada lagi kopi susu tertumpah pada malam-malam menjelang pagi. Ia hanya seorang diri. Memandangi gelas kosong.

Susu, dahulu katamu adalah tanda rindu. Kau tumpahkan ke lantai berceceran. Ketika itu rindu mewakili minuman siap saji. Walau bukan kopi susu, nikmatnya mengalahkan madu.

Ada rindu mengambang di penghujung malam. Cemburu sisakan ceceran kopi mengalir ke ujung lantai berlobang.

Aku hanya bisa mengingat lagi manakala rindu dan cemburu kau aduk dalam gelas kaca yang sekarang tiada.

Hanya segelas kopi susu yang aku mau darimu. Walau berisi marah dan cemburu. Biarlah rindu tetap mengalir bersama kopi susu yang mencair.

Tanah Bumbu, 6 Nopember 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
6 November 2019