Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Kegaduhan Demi Kegaduhan

15 Oktober 2019   08:18 Diperbarui: 15 Oktober 2019   08:26 0 21 11 Mohon Tunggu...
Puisi | Kegaduhan Demi Kegaduhan
Pasundan Ekspres Hama Ulat Bulu Serbu Kantor Camat Bojong | Pasundan Ekspres

Kegaduhan datang dan pergi. Seperti kegaduhan burung jalak di tengah sawah. Ratusan burung jalak datang, mencari makan di antara semak dan pepohonan.

Kegaduhan memancing amarah petani. Jaring, senapan, racun, dan jebakan. Sebagian tewas mengenaskan atau barang dagangan. Sisanya pergi tak kembali.

Kegaduhan siang hari pergi. Dan waktu berlalu. Petani mulai menanam sayuran. Hijau, segar tanaman tumbuh subur.

Pada malam hari dalam sepi. Kegaduhan tak pernah diam. Ketika pagi, sayuran lenyap. Tinggal segelitir ujung batang. Bergelimpang ulat sebesar jempol tangan. Kegaduhan adalah kehancuran.

Kegaduhan keluar dari mulut petani. Tanaman gagal panen. Kegaduhan apa lagi setelah ini?

Tanah Bumbu, 15 Oktober 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x