Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Kayu Galam, Sasaran Empuk Karhutla di Kalimantan

30 September 2019   10:26 Diperbarui: 30 September 2019   11:20 0 7 1 Mohon Tunggu...
Kayu Galam, Sasaran Empuk Karhutla di Kalimantan
Kalimantan Berita Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola - Kalimantan Berita


Kayu galam, dengan kulit batang tebal biasa digunakan untuk pembalut sambungan papan kayu pada perahu dan kapal. Dicampur dempul, kulit kayu galam merekat kuat dan menutup pori. Bertahan lama dan kadang lapuknya sama dengan lapuknya perahu dan kapal.

Demikian juga, batang kayu galam sering digunakan untuk palang pondasi rumah. Baik rumah permanen dari beton maupun semi permanen. Batang kayu galam adalah "cakar ayam" terkuat untuk daerah gambut. Batang kayu galam tidak keropos dan lapuk ketika berada dalam tanah berair. Bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

sumber: Jaya Pratama Furniture - WordPress.com 
sumber: Jaya Pratama Furniture - WordPress.com 

Kondisi geografis kalimantan yang identik dengan lahan gambutnya memaksa untuk membuat bangunan diperlukan pondasi yang kuat. Tidak saja bangunan permanen, bangunan kayu pun biasanya tetap saja menggunakan galam sebagai palang-palang di bagian paling bawah pondasi.
Selain untuk keperluan penyambungan pada perahu dan kapal bagian kulit kayunya. Batang kayu galam yang masih kecil juga digunakan untuk penyangga bangunan pada proses pengecoran atap rata atau lantai bertingkat. Sisa batang kayu galam kebiasaan digunakan sebagai kayi bakar masyarakat desa. Juga dijadikan arang untuk tunggu bakar.

Sekarang, dengan seringnya terjadi pembakaran lahan gambut baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja mengakibatkan kayu galam perlahan berkurang. Anak kayu galam akan terbakar habis ketika musim kemarau.

Berita Borneo | Portal Berita Kalimantan Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras | Berita Borneo
Berita Borneo | Portal Berita Kalimantan Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras | Berita Borneo
Walaupun bibit kayu galam berupa bunga yang kemudian berbuah kecil beterbangan seperti bunga ilalang akan tumbuh lagi ketika musim hujan tetap saja akibat pembakaran lahan gambut menyebabkan pertumbuhan kayu galam terhambat. Lambat laun, jika masih saja terjadi pembakaran lahan mungkin saja keberadaan kayu galam menjadi langka. Kayu galam hanya akan jadi cerita dan hanya dapat dilihat dari foto-fotonya.
Seperti halnya kayu besi (ulin) khas kalimantan yang kini langka. Hanya akar dan sisa tebangan kemudian diambil dan dimanfaatkan. Keberadaan kayu besi (ulin) menjadi tanaman langka. Bahkan bagi anak desa yang dahulunya bapaknya bisa saja pulang ke rumah membawa anak kayu ulin dan ditanam di pekarangan, sekarang hanya bisa melihat foto dan cerita saja.

Semoga pembakaran lahan gambut dan hutan tidak terjadi lagi atau kalau terpaksa minimal bisa dikurangi. Sehingga nasib kayu galam tidak mengikuti saudaranya kayu besi (ulin) yang langka karena keserakahan manusia.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x