Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Bulan Purnama

23 September 2019   07:40 Diperbarui: 23 September 2019   07:51 0 10 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Bulan Purnama
sumber: Techno Okezone/Fenomena Bulan Purnama Langka 'Harvest Moon' Muncul Malam Ini ...


Bulan purnama akhirnya tiba. Setelah menanti bulan gelap setengah bulan lamanya. Dalam kesendirian gelap tak berteman. Bintang enggan berteman. Apalagi awan dan debur ombak di lautan. Menghindar takut tersesat dalam gelap yang kelam.

Jingga ketika senja temaran melepaskan angan dari barat di ujung lautan. Harapannya pasti tengah malam nanti ia akan bersemi. Menerangi seluruh penghuni bumi. Pemandangan indah bagi pencinta. Curhatan mesra bagi perindu. Keluh kesah bagi yang lagi resah.

Bulan merekah menerima segalanya dengan pasrah. Setumpuk rindu dilempar ke angkasa. Bulan tersenyum kemudian memeluknya erat. Tak pernah berkeluh kesah. Meskipun malam ini bulan purnama seorang diri.

Bulan purnama pun sedang kesepian. Setengah bulan dalam persembunyian. Setiap malam kerjanya hanya bersolek. Agar terlihat paling cantik ketika purnama. Apa yang bulan purnama rasa?

Mereka hanya memuja. Mereka hanya menulis syair tentang indahnya. Nyatanya bulan purnama tetap kesepian. Terang benderang tak berteman. Bulan purnama merintih kesakitan. Rindu tak berbalas walau selayang pandang. Bulan di atas lautan tetap merana.

Burung malam lewat mengepakkan sayap selebarnya. Hanya untuk nyatakan kegesitannya. Elang mengintip dengan gemas dibalik ranting rumahnya. Elang berkata dalam hati, sekiranya ini siang hari pasti sudah aku terkam. Elang tak mungkin iri hati.

Kalong berpesta, ada buah di mana-mana. Bulan purnama adalah suar kemeriahan pesta malam mereka.

Semua terlihat jelas di hadapan bulan. Jatuh luruh air matanya. Mengapa ada dendam pada kemeriahan malam? Mengapa ada benci, padahal mereka tak saling mengenalkan diri? Harusnya bisa berjalan sendiri-sendiri.

Malam ini bulan purnama sudah jadi saksi. Korban pesta, korban cinta, korban rindu lalu lalang di hadapannya. Semua lengkap dengan segala kasak kusuk minta perhatian. Agar lebih disayang. Agar lebih dirindukan. Agar malam hanya jadi miliknya seorang.

Lalu, bulan purnama pun berlalu. Menapaki malam dengan penuh iba dan kasihan. Seandainya bulan mampu sampaikan pesan kepada mereka yang lalu lalang. Tentu bulan pun akan bercerita kalau rindu juga telah menggerogoti jiwanya. Bulan purnama tetap kesepian dari segala perhatian.

Tanah Bumbu, 23 September 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x