Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Juni Dua Ribu Lima Belas, Empat Tahun yang Lalu

16 September 2019   21:15 Diperbarui: 16 September 2019   21:21 0 19 10 Mohon Tunggu...
Juni Dua Ribu Lima Belas, Empat Tahun yang Lalu
Pixabay.com

Juni dua ribu lima belas
Kutulis hari yang ini sebagai hari yang bernas
Dari sinilah awal kisah elang terbang dimulai
Seorang diri ia mencari-cari

Dari bilik tersembunyi
Mengagumi
Dalam hati ia berkata, siapa gerangan
Aku ingin berjumpa

Tak sengaja
Bahu saling bersentuhan
Salaman, lalu pandangan tersatukan
Tak sengaja

Ada nama dieja
Ada langit jadi tempat berkelana
Mendung dan awan tempat bermain
Menghabiskan malam
Dalam buaian
Kasih sayang

Lalu cemburu datang
Tangisan dan amukan membelah awan
Gelas terbang entah kemana
Kursi remuk tak berbentuk lagi

Hingga suatu ketia
Pagi menyapa kembali
Mimisan dan daun sirih jadi saksi
Ketika ia terbaring di kursi panjang

Menanti akhir malam dalam kerinduan
Dalam kesedihan
Kapan elang mampu ada dipelukan

Kini dua ribu sembilan belas
Empat tahu berlalu
Adakah dirmu berubah?

Ketika malan enggan berbertamu
Ketika bulan tak lagi jadi teman canda
Atau ketika awan berselimut
Ia hanya mengamati dari kejauhan

Elang terbang tetap sendirian
Mengarungi behtera sulit dijangkau
Apalagi kelat dalam kelindan pelukan

Tanah Bumbu, 16 September 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
16 September 2019