Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Anak Saya Bukan Robot

12 September 2019   20:48 Diperbarui: 12 September 2019   21:39 0 12 4 Mohon Tunggu...
Anak Saya Bukan Robot
Dokpri

Kau paksa ia berpikir seharian
Dalam pengap dan panas ruang
Berganti-ganti penjejal
Dengan metode permainan menggembirakan, kau bilang?
Bagaimana mungkin!

Otak ini buatan Tuhan, Tuan!
Punya keterbatasan
Sementara dirimu
Segar datang dalam paksaan hidangan

Minta diperhatikan
Dilaksanakan
Penuh waktu keterbatasan

Ia anak kita tuan, berangkat ketika mata belum lengkap terbuka
Pulang ketika perut kosong jajan tiada
Lihatlah, ia tergolek lemas ketika senja
Malam penuh dosa
Tak kuasa membuka mata karena siang mata dipaksa terbelalak di depan papan tulis

Dari rasa kau cipta
Robot saja ada masa jedanya
Tempat istirahat barang sejenak
Ia tak punya

Fullday school katanya
Buat jaga dari tawuran
Biar mendapat perhatian
Ada permainan
Karakter dibangun dengan kesenangan

Omong kosong!
Nyatanya seharian ia dipaksa makan
Angka-angka yang ia tak tau apa berguna jika sudah tua
Dengan pengetahuan yang apakah ada gunanya buat kerja

Sementara yang ia lihat
Guru-guru mereka hanya mampir ketika ada jam kosong
Ketika guru PNS pelatihan
Lalu menghilang

"Jangan terima guru honor lagi!"
Begitu amanatmu
Bahasa apa itu?
Ribuan lulusan FKIP setiap mau jadi apa?
Jongos kafe atau market?

Sementara ia hanya bisa mengajar manusia
Tidak bisa jadi tukang aduk semen
Atau tukang bungkus makanan

Sungguh, begitu keterlaluan
Ada apa gerangan?
Ingin hancurkan bangsa
Jangan begitu caranya saudara

Lebih baik ambil sianida
Taburkan di udara
Di kampus-kampus calon guru itu
Agar mereka bangga
Jadi pahlawan tanpa tanda jasa
Karena pemikiranmu yang jernih atau kotor oleh entah makhluk dari mana.

Tanah Bumbu, 12 September 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x