Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Bulan Separo dan Sepucuk Surat Cinta

11 September 2019   18:25 Diperbarui: 11 September 2019   18:37 0 6 1 Mohon Tunggu...
Bulan Separo dan Sepucuk Surat Cinta
Dokpri

Bulan separo menantimu datang
Dengan cerita usang
Selalu terbayang
Ketika itu, rambutmu terurai. Sepucuk surat aku selipkan di saku bajumu

Kau marah besar. Aku tak tau sebabnya
Setelah dewasa baru kusadari. Jariku menyentuh payudaramu. Tak sengaja

Otakku tak tau itu apa. Hanya debar membawa kabar. Aku sedang tergoda
Padahal, kita sudah SMA

Ingin berharap kenangan indah nan mentah terulang. Bukan tentnag payudara yang tak lagi sama
Namun, tentang rasa yang tertinggal ketika upacara kelulusan

Hanya berharap suatau saat kita berjumpa pada debaran yang sama, lalu duduk di pelaminan sambil bertatapan. Bagaimana payudara menempel di dada

Eit, jangan salah sangka. Degup jantung di dalamnya. Debar rindu meledak ingin menembusnya. Bukan daging yang kadang jadi sebab kematian ibu dewasa. Menyusui tak bisa. Kanker payudara

Kutatap bulan separo. Aku masih ingat cemberutmu. Marah tak bisa terucap. Karena cintamu ternyata lebih besar dari rasa yang aku punya. Engkau perempuan remaja. Malu untuk mengatakan yang pertama

Hanya kisah cinta anak remaja. Tak tahu apa artinya menggelora. Apa napsu yang sebenarnya. Yang ia tahu hanya ada dendam rindu ketika malam tiba.

Tanah Bumbu, 11 September 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x