Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Humor

KPK dan Peraturannya, Seperti Hantu Saja

8 September 2019   17:53 Diperbarui: 8 September 2019   17:58 0 6 2 Mohon Tunggu...
KPK dan Peraturannya, Seperti Hantu Saja
Sumber: Pixabay.com/aliciahrbunn0

Obrolan tukang angon kambing di tengah gunung dengan tukang cari daun cincau liar. Suatu sore, malas pulang lalu keduanya memutuskan menginap di pondok pendaki yang beberapa tahun mati. Kedinginan hingga hotermia. Jadi hantu? Entahlah katanya begitu.

A = tukang angon kambing
B = tukang cari daun cincau

A = kamu tahu apa yang terjadi di kota?
B = nggak bang. TV-ku sudah lama mati, sejak listrik padam dahulu. Entah karena petir atau tegangan tinggi. Mati saja. Memangnya ada apa?

A = KPK sedang dipilih sekarang, kamu tau gak aoa yang membuat genting orang kota?
B = Memangnya apa Bang?

A = Kan, peraturan KPK sekarang akan mengancam orang-orang yang lagi di atas sana.
B = Memangnya siapa yang di atas? Kita berdua jelas-jelas di atas gunung sekarang.

A = Bila nanti yang jadi ketua KPK orangnya hebat. Mereka akan terancam. Tak sedikit kasusnya yang akan diungkit-ungkit lagi. Bahaya buat orang kota.
B = Lalu apa kata orang kota?

A = Ganti saja peraturannya. Mereka pembentuk undang-undang. Peraturan akan kalah dengan undang-undang.
B = Waduh ngeri itu Bang. Merinding aku mendengarnya.

A = Memangnya mengapa merinding? Itu bukan urusan kita. Kamu bukan maling, mengapa merinding?
B = Masalahnya yang dahulu saja. Korupsinya di segala bidang bang. Dana haji, dana abadi umat, urusan surga neraka saja bisa dimaling. Apalagi urusan impor, pasti akan sulit hidup kita.

A = Benar juga ya. Pejabat kepala daerah berapa banyak yang jadi maling. Mereka sih bilangnya bukan maling. Kan hanya menerima suap. Pemberian ikhlas. Tidak dosa. Tapi karena undang-undangnya mengatakan mereka maling, terpaksa dah undang-undang dan peraturannya direvisi.
B = Makin merinding ini aku Bang. Tak bisa membayangkan

A = Dari tadi merandang merinding saja. Kenapa?
B = Ingat orang yang dulu tinggal di pondok ini. Meninggal, kedinginan. Hipotermia. Jadi hantu katanya.

A = Ikh, jangan diungkit-ungkit. Bulu kudukku juga berdiri ini.
B = Sama, bagaimana ini. Mana sudah malam pula.

A = Terus soal maling-maling tadi bagaimana?
B = Biarkan saja lah. Kita doakan jadi hantu saja nanti matinya.

Selimutan yuk. Takut hantu apa takut maling? Aku sih paling takut serigala memakan kambingku.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x