Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Tinggal di Desa, Alangkah Nikmatnya

25 Agustus 2019   11:09 Diperbarui: 25 Agustus 2019   11:37 0 8 4 Mohon Tunggu...
Tinggal di Desa, Alangkah Nikmatnya
TheMoonDoggies 5O Lukisan dan gambar Pemandangan Alam yang sangat Menginspirasi Kita/kuatcasmoro

Kemarau, sungai adalah tempat paling indah berwisata. Ketika debit air berkurang, airnya jernih berbatu, berpasir. Apalagi yang paling asyik selain mancing, mandi dan cari kerang sungai. Bersama keluarga. Dahsyat indahnya. Tak perlu biasa. Cukup jalan kaki.

Pulang, dapat ikan. Dapat kerang. Dapat bati kerikil untuk taman, dapat kegembiraan bersama. Apa yang kurang. Tak ada sama sekali. Sampai di rumah. Ikan di bakar. Kerang direbus. Di pinggir sungai juga ada bayam sungai untuk lalapannya. Nikmat mana yang akan diingkari. Tak ada.

Demikian indahnya ada di desa, mengapa banyak yang urban ke kota? Beberapa alasan di antaranya adalah di kota meriah, banyak mall, market dan pasar, serta tempat hiburan. Di samping itu segala mavam akses mudah didapat. Ingin apa saja tinggal datang, pesan dan makan. Masalahnya, duitnya dari mana?

Di kota adalah tempat segala macam pekerjaan berkumpul. Di kota mau kerja apa saja ada. Bandingkan jika di desa? Hanya jadi petani nelayan atau pedagang keliling. Selebihnya adalah aparatur negara.

Padahal jika kreatifitas tinggi, tinggal di desa sangat menguntungkan. Segala macam jenis lapangan pekerjaan bisa kita mulai dan buka. Belum banyak yang ada. Dengan mudah bisa memulai usaha baru. Syaratnya, kreatifitas dan kemauan keras.

Murahnya biasa hidup di desa dapat menekan pengeluaran. Ingin ikan tinggal mancing, ingin sayur tinggal tanam, tak ada lahan menggunakan pot di sekitar pekarangan juga hidup.

Lalu, memilih yang mana? Tinggal di desa atau di kota? Pilihan terserah anda. Kebutuhan pekerjaan sangat penting. Kebutuhan kedamaian juga penting.

Yang paling nikmat adalah letoka belerja di desa, tak usahlah berfikir untuk migrasi pindah ke kota. Dengan alasan banyaknya hiburan dan tempat belanja. Ketika ada di kota, segala mavam polusi akan kita temukan. Mulai dari polusi udara, polusi air dan polusi suara.

Bagi yang terbiasa tidur malam dengan tenang di desa beberapa malam berada di lingkungan perkotaan yang terdengar adalah hilir mudik siara kendaraan. Sulit tidur, sakit dan sebagainya.

Jadi, bagaimana pun. Terlepas dari aspek pekerjaan dan keluarga, tinggal di desa nikmatnya tak terkira. Bayangkan saja, sore hari bermain di pinggir sungai, airnya jernih, udaranya segar bersama seluruh anggota keluarga. Tanpa biasa.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x