Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Ketika Pendapat Jadi Belenggu

19 Agustus 2019   08:30 Diperbarui: 19 Agustus 2019   09:26 0 6 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Ketika Pendapat Jadi Belenggu
ramadhanberbagi,com

Ku tulis puisi ini
Dahulu, tempat pendapat hanya di meja rapat
Menulis ide hanya boleh di diary
Atau berdiri di depan etalase
Sebentar kemudian satpol PP datang dengan tongkat dalam genggaman
Kau adalah musuh dalam perang

Sekarang, tempat pendapat akan hilang
Atau berhadapan dengan pengadilan
Oleh penggorengan
Oleh editan gemilang
Ku tulis puisi ini, bukan untuk menghakimi

Karena puisi adalah imajinasi tak terlarang umbar janji
Juga cinta mendayu sehidup semati

Sekarang, pendapatmu dijaga ketat
Seperti burung sulit bernapas dalam celana ketat, sekarat
Media sosial jadi alat
Tangan besi dengan kuasa hebat

Merpati pos, semapore, atau huruf braile tak juga cukup lincah berdendang menjadi anak panah
Ketakutan jadi gemetar pikiran merdeka
Semua jadi tersangka
Lalu, siapa yang di luar arena?

Ku tulis puisi ini
Hanya untuk cermin diri
Ternyata matahari bersinar pilih kasih
Hanya pada yang meng-iya-kan
Hanya pada dukungan
Selebihnya adalah musuh bebuyutan
Saudara tinggal saudara
Isi kepala harus sama
Bagaimana bisa?

Tanah Bumbu, 19 Agustus 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x