Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

OTT Suap Bawang Putih

9 Agustus 2019   00:11 Diperbarui: 9 Agustus 2019   00:56 0 13 3 Mohon Tunggu...
OTT Suap Bawang Putih
Suaramerdeka.com

Koruptor oh koruptor. Bapakmu dulu waktu kecil dikasih makan apa sih sama ibunya. Sehingga punya tetesan air yang menjadi tubuhmu begitu. Sudah banyak yang tertangkap tetap saja masih mencari akal untuk mengelabui.

Ibumu juga waktu mengandung dirimu nyidam apa? Jangan-jangan nyidam belalang. Makanya pintar banget meloncat-loncat. Pengusaha sih apa kata pejabatnya saja. Tidak boleh ini, dia tak berani. Tak boleh itu dia juga tak berani.

Jika diminta jatah untuk setor. Terpaksa setor. Namanya juga usaha. Tertangkap satu tumbuh seribu. Seperti jamur sawit saja. Setiap lengah selalu dilakukan.

Haruskah ada pengadilan massa? Mustahil uangmu pasti banyak. Maling ayam saja mati dipukuli massa. Kamu melenggang seperti tidak salah apa-apa. Teman-temannya juga. Prasangka tak bersalah.

Tak bersalah dari mana? OTT, artinya operasi tertangkap tangan. Jangan bilang lagi ada jebakan. Atau nasib lagi nahas saja, makanya tertangkap. Berarti sebelum tertangkap kelakuanmu memang sudah seprti itu.

Yang paling membuat geram adalah ketika disorot kamera. Tetap saja berlagak tak berdosa. Benar, prasangka tak bersalah. Memangnga hatimu terbuat dari batu ya? Tak tau mana salah mana benar. Atau terlanjur malu.

Yang kasihan itu ibu bapakmu. Sejak dalam kandungan tak mungkin ibumu memgharapkan. Ketika lahir nanti anaknya jadi maling. Koruptor pula. Kejahatan mendunia. Heran.

Anak-anakmu barangkali akan membelamu, mereka suka atau tidak suka ikut menikmati kekayaanmu. Demikian juga istrimu. Mungkin saja karena bedaknya saja harganya satu milyar. Atau bisa jadi, baju malamnya dibeli di paris. Harganya 5 milyar. Makanya kamu harus jadi maling seperti itu.

Untung ada KPK. Coba saja tidak ada, pasti kamu melenggang suka-suka. Hingga korupsi membuatmu gila harta. Anak-anakmu juga.