Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerita Sang Juara

8 Agustus 2019   10:19 Diperbarui: 8 Agustus 2019   10:41 0 7 2 Mohon Tunggu...
Cerita Sang Juara
Ahmad Nasikun - WordPress.com

Hari ini aku terpana. Ada sayap lepas dari bahunya. Kumbang saja ternyata. Gerogoti kayu, lelah sepertinya. Belum selesai. Gaung berbalas. 

Pegangan sayap sebelah terlepas. Jatuh. Kedua sayap lepas. Beberapa saat berguling di tanah. Kucing menatap dari tempat berbeda. Tak tau entah kenapa. Tak tega mau menerkam. Hingga jadi permainan

Minggu lalu juga seperti itu. Ayam jantan rebutan betina. Padahal betina sudah menyerah. Jantan lupa sibuk berebut dan bertarung. Bulu tercabut, darah mengucur. Mata bengkak kena taji pemenang. Kalah teriak melesat pasrah. 

Pemenang mendekat dengan teriakan dahsyat. Pekikan nyaring berbalas. Tak lama. Lalu masing-masing mandi pasir. Wajah gembira dari keduanya. Ayam yang berkuasa.

Tahun yang lalu aku merasa lugu. Di atas gedung lapangan itu, aku lihat layang-layang tersangkut. Katanya dari negeri seberang. Punya keahlian dan keterampilan. 

Layaknya kera dengan kesombongan di dada, lalu semuanya mirip seperti pemenang. Janjinya bawa pulang bendera. Ada tetesan air mata, itu bukan salah kita. Begitu katanya. Selesai.

Sekarang aku berpikir. Siapa yang beri makan mereka. Kita juga. Pernah punya cita-cita apa? Orang tua sering bagi cerita. Kita ingat dahulu pernah jaya. Bendera berkibar di mana-mana. Air mata juga terjatuh tak terasa. Haru kemenangan untuk semua.

Jika ingin membuat inovasi dan kreasi. Bebas. Silakan suka-suka. Barangkali nanti kita hanya mampu bertanya. Tentang kenangan yang ada. Kemudian sedih atas nyata di depan mata.

Tanah Bumbu, 8 Agustus 2019